alexametrics

Jadi Atlet Angkat Besi di Rutan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Ardianus, salah satu tahanan di Rutan Kelas IIB Rowobelong Batang, selama setahun terakhir ini punya aktivitas baru. Warga Flores, Nusa Tenggara Timur ini rutin berlatih angkat besi di dalam rutan. Tak menutup kemungkinan ia bisa jadi atlet angkat besi.

“Ini sangat membantu kita, biar sehat. Kita bisa menggunakan ilmu yang didapat nanti saat keluar. Teman-teman juga pada senang, saya juga pengen jadi atlet angkat besi,” ucap pria bertubuh kekar tersebut Senin (22/3/2021). Sebelum masuk Rutan Batang karena kasus narkoba, Ardianus memang sudah sering berlatih angkat besi maupun fitness.

Pihak rutan telah menyediakan ruangan khusus berisi tiga peralatan fitness. Yaitu barbel, spinning bike, dan power rack pull down. Latihan diberikan secara terjadwal. Rutin tiap hari pukul 13.30 WIB dan telah berjalan selama satu tahun. Latihan tersebut dilangsungkan selama 1 jam.

Baca juga:  Sidang Penggelapan Dana Nasabah KSP Sejahtera Ungkap Adany Mark Up

Total saat ini ada 10 tahanan yang mengikuti latihan rutin. Melalui latihan yang dilakukan ia juga melakukan pola makan yang teratur untuk membentuk tubuh. Adrianus kini bisa mengangkat beban maksimal 50 kilogram. Tinggi badannya 180 sentimeter dengan berat 73 kilogram. Latihan yang dilakukan juga cukup lengkap. Mulai dari kaki, betis, dada, lengan, dan tangan.

Sejumlah tahanan dan narapidana di Rutan Batang memang dibina menjadi atlet angkat besi. Total sudah belasan warga binaan yang telah dilatih. Kepala Rutan Batang Rindra Wardhana menjadi pelatihnya secara langsung. “Ada dua macam bentuk pembinaan yang memang harus kami berikan, di mana salah satunya adalah olahraga. Kebetulan memang saya ada sedikit tertarik dengan dunia olah tubuh,” ujar Rindra Senin (22/3/2021).

Baca juga:  DPMPTSP Paling Terbuka Beri Informasi

Hal tersebut difasilitasi karena melihat konteks di dalam sel. Terkadang warga binaan curi-curi kesempatan untuk membuat barbel sendiri. Padahal pihak rutan telah melarang keberadaan barbel di dalam sel tahanan. Mereka membuatnya dengan menggunakan botol bekas, maupun benda lain yang ditemukan.”Ini kaitanya dengan keamanan. Saya berpikir kenapa tidak lokalisir saja sekalian,” tegasnya. (yan/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya