alexametrics

Alih Fungsi Hutan Dataran Tinggi Dieng Picu Krisis Air

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Alih fungsi hutan untuk pertanian di dataran tinggi Dieng berpotensi picu berbagai persoalan. Seperti krisis air, serta bencana longsor. Areal pegunungan itu sudah banyak dijadikan lahan tanaman semusim, terutama kentang.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Heru Yuwono menjelaskan, berkat aktivitas tersebut fungsi hutan di dataran tinggi Dieng rusak. Alih fungsi lahan hutan ini sudah sangat mengkhawatirkan. Berdampak pula pada petani yang ada di bawah, mereka mengalami kesulitan air. “Terutama di musim kemarau,” jelasnya.

Persoalan tersebut menjadi perhatiannya. Alih fungsi hutan di sana sudah cukup luas. Pohon sebagai sarana pengikat tanah dan penyerap air ke dalam tanah tergantikan. Sehingga potensi bencana dan kekeringan semakin besar.

Baca juga:  Penanganan Banjir Imbas Proyek KIT Batang Harus Dikebut

“Kita harus meninjau kembali perizinan perhutanan sosial. Harus kita perhatikan. Petani harus kita gilir agar tidak menanam tanaman semusim agar hutan tidak kritis lagi,” tegasnya.

Sabtu (20/3/2021), pihaknya bersama instansi terkait melakukan penanaman bibit pohon Beringin di Desa Gerlang, Kecaamatan Blado. Dispaperta yang bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sendang Kamulyan Batang juga memberikan bantuan lima ribu bibit jeruk lemon, enam ribu bibit kopi arabika, dan empat ratus bibit apel dan lainnya. “Tersebar di Desa Gerlang, Kecamatam Blado dan Desa Pranten, Kecamatam Bawang,” katanya.

Ia berharap, masyarakat dapat merawat bantuan bibit yang diberikan. Hasil panennya memiliki nilai ekonomis yang tidak kalah dengan tanaman kentang. Di Desa Pranten, terlihat bibit-bibit pohon telah ditanam di tepi jalan. Berjajar sepanjang jalan Pranten menuju Dieng.

Baca juga:  Solusi Audio Visual Tingkatkan Daya Serap Pembelajaran Energi di Masa Pandemi

Sementara itu, Direktur PUDAM Sendang Kamulyan Kabupaten Batang Yulianto mengatakan, air tidak bisa lepas dari kelestarian hutan. Hutan merupakan salah satu penyangga kehidupan manusia dan bumi. Gerakan tanaman pohon ini bisa berdampak pada penyerapan air yang lebih banyak dan bisa memberikan kemandirian ekonomi masyarakat. “Kita akan perkuat tangkapan air di hulu dengan berusaha sekuat mungkin melestarikan hutan” ucapnya. (yan/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya