alexametrics

Dibongkar, Penghuni Pangkalan Truk Banyuputih Hanya Bisa Pasrah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Kios-kios di eks pangkalan truk Banyuputih kembali diratakan, Kamis (18/3/2021). Dua eskavator dikerahkan untuk membongkar. Warga penghuni pangkalan truk pun hanya bisa pasrah melihat hartanya rata dengan tanah.

Sebelumnya, pembongkaran dilakukan aparat dan petugas gabungan pada Senin (8/3/2021). Kali ini, pembongkaran dilakukan untuk menuntaskan pengosongan lahan. Eskavator mulai bergerak sejak pukul 8.40 pagi. Beberapa mahasiswa yang mengawal warga terdampak pembangunan Islamic Center meminta penghentian pembongkaran. Negosiasi pun dilakukan dengan pihak-pihak terkait dari Pemda.

Mereka membawa surat keputusan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mereka meminta agar pembongkaran dihentikan, sembari menunggu warga mengambil barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan. Seperti, kayu-kayu, genting, dan yang lainnya. Namun petugas mengabaikan. Pembongkaran tetap dilakukan.

Baca juga:  Asosiasi Kakao Target Panen Tahunan 800 Ton

Sempat terjadi insiden. Seorang warga menangis melihat bangunan kios yang juga dijadikan sebagai rumah dibongkar. Ia beralasan belum sempat membongkar secara mandiri. Bangunan kios dari kayu akan diambil dan dipindahkan ke tempat lain.

Petugas eskavator pun menghentikan pembongkaran kios tersebut dan beralih ke bangunan lain. Bangunan tersebut terkena eskavator di bagian depan saja. Pembongkaran bangunan lain kembali dihentikan sekitar pukul 09.30 WIB. Ada dua rumah yang masih belum dikosongkan pemiliknya. Petugas pun memberi waktu untuk mengosongkan hingga pukul 12.00.

Perataan kios-kios itu dilakukan karena imbauan pengosongan warung sudah jatuh tempo. Pemda memberikan waktu hingga 18 Maret 2021. Komnas HAM telah menerima laporan masalah ini dan mengeluarkan surat agar dilakukan mediasi antara pemerintah dan warga.

Baca juga:  Tebing Jalan Sigemplong-Dieng Longsor, Pemotor Terperosok ke Jurang 15 Meter

Beberapa warga lain sudah mengosongkan dan membongkar bangunan sejak beberapa hari lalu. Mereka mengambil barang-barang dan bangunan yang masih bisa dimanfaatkan. Salah satu warga, Yuli menuturkan, sebelumnya sudah ada pemberitahuan pembongkaran sejak tiga hari sebelumnya. Ia sendiri melakukan pembongkaran secara mandiri sembari menunggu keputusan Komnas HAM.

“Ya persiapan, tetap warga kalang kabut semua karena sudah kecapekan. Saya saja rumahnya baru hari ini dirobohkan,” terangnya.

Warga lainnya, Siswanto sempat menyesalkan minimnya pemberitahuan soal pembongkaran. Ia berujar, tidak mungkin melakukan perlawanan sebab warga hanya tinggal segelintir. “Kalau ada pemberitahuan sebelumnya mungkin warga sudah siap-siap,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang Murdiyono menjelaskan, surat peringatan untuk pembongkaran sendiri sudah dilayangkan hingga 3 kali. Menurutnya, pembangunan dengan luasan sekitar 1 hektare akan segera dimulai.

Baca juga:  Pipa PDAM Bocor, Alun-Alun Semarang Terendam Air

“Hari ini (18/3/2021) warga sudah secara pribadi mengosongkan lokasi tersebut, bahkan ada yang berinisiatif membongkar bangunan sendiri. Kalau ada alat berat di sini hanya untuk meratakan sebagian kecil saja yang belum sempat,” ungkap Murdiyono saat memantau jalannya pembongkaran. (yan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya