alexametrics

Halangi Pembongkaran Eks Pangkalan Truk Banyuputih, Satu Orang Ditangkap

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Puluhan kios di eks pangkalan truk Banyuputih mulai diratakan, Senin (8/3/2021). Alat berat dikerahkan untuk membongkar bangunan yang ada. Pembongkaran paksa itu sebagai penanda akan dimulainya pembangunan Islamic Center.

Sebelumnya, Pemkab Batang telah tiga kali melayangkan surat peringatan. Agar penghuni bisa mengosongkan dan melakukan pembongkaran secara mandiri. Mengingat uang ganti bongkar juga telah diberikan pada penyewa lahan.

“Pembongkaran ini sudah sesesuai prosedur mulai dari sosialisasi, hingga uang ganti bongkar bagi penyewa kios dan juga uang kerohiman,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batang, Rusmanto.

Satu orang diamankan petugas karena menghalangi eksekusi pembongkaran kios. Pelaku memprotes pembongkaran yang dilakukan. Menurut Rusmanto, tidak ada perlawanan dari warga penghuni pangkalan truk. Namun ada pihak lain yang merasa keberatan. “Hanya saja satu orang pendamping yang kita amankan karena menghalangi petugas,” imbuhnya.

Baca juga:  Kecamatan Batang Pamerkan Digitalisasi Layanan Desa di Batang Expo 2022

Eksekusi pembongkaran kios-kios tersebut menerjunkan anggota Satpol PP, TNI dan  Polri. Pembongkaran awal tersebut menargetkan kios dan lahan yang telah menerima kompensasi uang ganti bongkar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang Kabupaten Batang Nur Seto mengatakan, pembangunan Islamic Center sudah masuk tahap lelang manajemen kontruksi. Sterilisasi lokasi dilakukan untuk percepatan pembangunan  sebelum masuk lelang fisik. “Targetnya, April 2021 sudah masuk lelang fisik pembangunan gedung Islamic Center,” ucapnya.

Tahun ini, alokasi anggaran dari APBD sebesar Rp 14 miliar. Sementara targetnya pada tahun 2022 sudah dilakukan finishing. Melalui penganggaran multiyears. Islamic Center sendiri bakal dibangun pada lahan seluas 1,8 hektare.

Baca juga:  Belum Rampung Dibangun, Dinding GOR Mentosari Roboh

“Tentunya kios-kios yang nanti dibangun di lokasi Islamic Center untuk UMKM. Memfasilitasi warga terdampak dan masyarakat sekiatar untuk kembali membuka jualannya,” jelasnya.

Dwi Pranggono, Kabid Trantib Hum Satpol PP Kabupaten Batang menjelaskan, kondisi pangkalan truk pada pukul 15.00 sudah lengang. Hanya ada satu truk yang masih ada di lokasi. Kondisinya mogok, sehingga belum bisa dikeluarkan. “Pemasangan spanduk dukungan pembangunan Islamic Center juga dilakukan oleh tokoh agama,” ucapnya. (yan/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya