alexametrics

Gelapkan Truk Kredit, Nasabah Dipenjara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Kejaksaaan Negeri (Kejari) Batang dan polres memenjarakan nasabah yang menggelapkan truk, yang masih menjadi jaminan fidusia. Hal ini berawal dari pelaporan, dari legal PT Artha Asia Finance Pekalongan.

Senior Manager Artha Asia Finance Saminoto Kartini ditemani Sugiarto, kepala cabang Artha Asia Finance Pekalongan membenarkan ada kasus pengalihan kendaraan. “Sudah kami laporkan ke pihak berwajib semua,” ucapnya Rabu (24/2/2021) di kantornya kompleks Ruko Dupan Kota Pekalongan.

Pihaknya mengimbau debitur agar tidak mengalihkan kendaraan objek jaminan Fidusia. Sebab masih berstatus kredit kepada pihak lain. Bagi debitur yang saat ini sudah dikategorikan cedera janji (wanprestasi), agar segera datang ke kantor PT AAF untuk menyelesaikan administrasinya.

Baca juga:  Wagub Taj Yasin Pantau Vaksinasi Anak Batang

Terpisah Kasi Intel Kejari Batang Ridwan Gaos Natasukmana menjelaskan, kasus penggelapan ini melibatkan beberapa orang. Dua pelaku Kodirin bin Turi sebagai debitur dan Mustofa bin Abdul Munir sebagai perantara sudah disidangkan. “Kedua pelaku saat ini dalam persidangan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Pelaku lain masih dalam pengejaran,” jelasnya.

Kronologi bermula saat debitur Kodirin warga Dukuh Adinuso RT 01 RW 01 Desa Adinuso, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang November 2018, membeli 1 unit truk Isuzu tipe NMR 71 secara kredit melalui PT Artha Asia Finance Cabang Pekalongan.

Dengan angsuran Rp 8.438.872 selama 48 bulan. Namun baru angsuran kesembilan pada September 2019, terdakwa merasa tidak sanggup membayar angsuran. Di bulan yang sama, saat Mustofa menjenguk anaknya di Pondok Darul Amanah di Sukorejo Kendal, bertemu dengan Kodirin. Dan meminta bantuan, mencarikan orang untuk mengalihkreditkan truk tersebut. Melalui perantara, bertemu dengan warga Temanggung yang bersedia.

Baca juga:  Kopi Batang Incar Pasar Nasional

Atas transaksi tersebut, didapat uang Rp 82 juta, yang dibagi beberapa orang. Kodirin mendapat Rp 70 juta, Mustofa Rp 3 juta upah makelar. Dan Rp 9 juta upah makelar lain. Atas hilangnya, jaminan fidusia, PT Asia Finance Pekalongan mengalami kerugian Rp 250.599.193, sehingga melaporkan kasus tersebut ke Kejari Batang. (han/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya