alexametrics

Tanpa Tepukan Penonton, Pentas Virtual Kurang Greget

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Melalui pentas virtual, seniman berusaha bangkit di tengah pandemi covid. Mereka berusaha menyajikan karya tanpa bertemu dengan penikmatnya. Kondisi itu dianggap kurang greget, tidak ada sorak-sorai dan tepukan para penonton.

“Sudah berkali-kali kami mengadakan acara secara virtual, tapi greget ketika tampil secara virtual itu kurang greng, karena sebagai seniman kalau tidak ada tepuk tangan dari penonton, pasti ada yang kurang,” kata Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Batang Tri Bakdo.

Beberapa waktu lalu di lingkungan Kabupaten Batang ada pementasan Keplantrang dari Teater Duyung Dayani, disusul Teater Tata Naluri Ethnic. Keduanya disajikan secara daring melalui channel YouTube. Pandemi covid-19 memaksa pekerja seni di daerah berhenti pentas secara langsung. Aturan protokol kesehatan tidak membolehkan adanya kerumunan penonton.

Baca juga:  Terima Banyak Komplain dari Ortu

Tri mengatakan, kondisi serupa juga dialami para seniman di daerah lain. Pementasan virtual yang telah dilakukan dinilai tidak maksimal. Pagelaran atau pameran yang sesungguhnya adalah saat dikunjungi dan disaksikan langsung para penikmatnya. Kondisi demikian lazimnya dilakukan di sebuah ruang galeri.

Bersama sejumlah seniman di Batang, Tri memutuskan untuk menghentikan pementasan dan pameran sementara waktu. “Pada saatnya nanti ketika pandemi sudah selesai, akan kembali berekspresi,” timpalnya.

Ia terus memotivasi para seniman yang ada di Kabupaten Batang agar semangat berkarya. Ketika berada di rumah, harus tetap menciptakan sebuah karya. Berbagai konsep baru bisa diciptakan. Setelah pandemi teratasi, semua bisa beraksi. (yan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya