alexametrics

Ormas Kirim Petisi Dukung Islmic Center

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Sejumlah organisasi Islam dan kemasyarakatan di Kabupaten Batang buat petisi dukungan Islamic Center. Mereka menandatangani kesepakatan untuk dikirimkan ke beberapa pihak. Yakni Bupati Batang, gubernur, Komnasham, dan Kemendagri.

Deklarasi penggalangan dukungan itu dibuat karena mereka geram. Beberapa orang berusaha menghalangi proses alih fungsi lahan pangkalan truk Banyuputih menjadi Islamic Center. Forum tersebut menilai bahwa Pemkab Batang sudah cukup baik. Warga terdampak telah diberikan uang kerahiman dan uang bongkar.

Padahal, tahun 2021 ada perjanjian yang mengatur. Apabila lahan tersebut akan digunakan oleh Pemda, maka baik penyewa atau ataupun pengontrak dapat meninggalkan lokasi. Tanpa ada ganti rugi sama sekali.

Baca juga:  Kemenag Batang Galakkan Penyaluran Zakat ASN

“Saya kasihan program Pemkab Batang yang baik ini dihalang-halangi oleh segelintir orang,” kata Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) yang menjadi salah satu penyelenggara halaqoh tersebut Selasa (9/2/2021).

Hampir semua ketua dan perwakilan ormas di Kabupaten Batang datang. Di antaranya MWC NU, Muslimat, PD Muhammadiyah, Aisyiyah, LDII, Pemuda Pancasila, Lindu Aji, KNPI, Banser, Kokam, dan semua Pengurus Ponpes di Batang.

Menurutnya, pembangunan Islamic Center di pangkalan truk Petamanan, Banyuputih dapat merubah mindset masyarakat terhadap Batang. Sebelumnya terkenal sebagai kawasan prostitusi di lokasi tersebut, kini menjadi daerah yang agamis.

“Selama ini mindset di lokasi itu kurang baik cenderung ke hal negatif. Untuk itu dengan dibangunnya Islamic Center bisa menjadi penerang untuk Batang,” ujarnya.

Baca juga:  Tiap Tahun 1.000 Rumah Dibangun di Batang

Petisi itu, juga mendorong Pemkab Batang untuk segera memulai proses pembangunannya. Sesuai timeline yang telah disusun dan disepakati bersama-sama. Sementara untuk menghadapi pihak yang berseberangan, diharapkan tetap dibuka komunikasi. Mereka siap menghadapi siapa saja yang mencoba menghalangi. Namun dengan pendekatan persuasif, karena sudah siap mengeluarkan argumen data yang valid.

“Dukungan ini tidak hanya suara, harus fakta tanda tangan. Kita siap menghadapi siapa saja, tapi persuasif, tidak represif. Kalau mau gelut-gelutan, Banser jumlahnya ribuan, tapi kita tidak seperti itu,” tandasnya. (yan/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya