alexametrics

14 Desa Terendam, Batang Siaga Banjir

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Kecamatan Batang siaga banjir akibat curah hujan tinggi. Ada peningkatan jumlah desa dan kelurahan yang terdampak banjir. Sebelumnya hanya tujuh wilayah, kini jumlahnya meningkat 100 persen. Menjadi 14 desa dan kelurahan yang terdampak.

“Kota Batang masuk dalam risiko tinggi bencana banjir. Saat ini statusnya sudah siaga banjir,” ujar Kepala Badan Penanggupangan Bencana Daerah (BPBD) Batang, Ulul Azmi pada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (8/2/2021).

Kecamatan Batang terkena dampak banjir paling parah ketimbang kecamatan lain. Hal itu karena 14 dari 21 wilayahnya terkena banjir. Desa dan kelurahan yang terdampak adalah Karanganyar, Kalipucang Kulon, Kalipucang Wetan, Watesalit, Denasri Kulon, Kesepuhan, Karangasem Utara, Karangsem Selatan, Klidang Lor, Klidang Wetan, Proyonggan Utara, Proyonggan Tengah, dan Proyonggan Selatan.

Baca juga:  Tahanan Lapas Batang Besarkan Otot dan Pamerkan Tubuh Kekar

Sedangkan kecamatan lain yang terdampak banjir adalah kecamatan Banyuputih, terdapat satu desa, dan di Kecamatan Gringsing terdapat empat desa. “Saat ini banjir yang paling parah di Kecamatan Batang. Ketinggiannya mencapai 70 hingga 80 sentimeter. Kalau dua tahun lalu ketinggian banjir capai 140 sentimeter,” terangnya.

Sebelumnya, status siaga darurat kebencanaan telah ditetapkan sejak bulan Oktober tahun lalu. Melihat situasi banjir dan tanah longsor yang terjadi, status belum dinaikkan menjadi tanggap darurat. Sehingga dana tanggap darurat tidak diturunkan. Dampak banjir tidak masif ke seluruh wilayah Kabupaten Batang. Proses penanganan juga masih dapat dilakukan dengan intensif.

Sejauh ini, 11 perahu karet diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Rinciannya, BPBD menerjunkan 4 perahu karet, Kelurahan Watesalit 1 unit, Kelurahan Karangasem Utara 3 unit, PMI 2 unit dan 1 unit dari komunitas rafting.

Baca juga:  Hindari Dualisme, PSHT Batang Serahkan Legalitas ke Kesbangpol

Beberapa jalan utama lumpuh, tidak bisa dilalui kendaraan akibat banjir. Seperti di Jalan Perintis Kemerdekaan, warga memasang plang dengan kayu seadanya untuk menutupi jalan. Ketinggian banjir di sana di atas lutut orang dewasa. Selain itu, Pemkab Batang sendiri telah membuka 20 umum. Tersebar di titik-titik lokasi banjir. Dapur umum dikerjakan oleh pihak desa ataupun kelurahan dengan suplai bahan pokok dan bantuan peralatan dari Pemda. (yan/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya