alexametrics

Terbuai Rayuan Kenalan di Facebook, Motor, HP dan Perhiasan Raib

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Nasib sial dialami Ana Mukidah, 39, warga Ketanggan, Kecamatan Gringsing. Ia termakan janji-janji manis seorang pria yang dikenal dari Facebook. Motor dan ponsel milik adiknya raib dibawa kabur.

Ana yang bekerja di Palembang sebagai baby sitter awalnya berkenalan dengan pria yang menggunakan akun Damar Wulan. Chatting yang sekadar inbox akhirnya berlanjut ke WA. Saat itu Ana sedang dalam proses perceraian dengan suaminya. Ia merasa nyaman karena Damar selalu menghibur dan memberi motivasi.

Hal tersebut membuat Ana percaya bahwa pria yang dikenalnya itu adalah orang baik. Damar Wulan pun mengumbar rayuan dan ingin menikahi Ana setelah proses perceraian selesai. Singkat cerita, Damar menyusul ke Palembang dengan bus dan mengajak Ana pulang pada Minggu (24/1/2021). Sesampainya di Merak, Damar mengaku HP-nya rusak sehingga tidak bisa menarik uang lewat e-banking. Ia pun meminta Ana menjual HP-nya sebagai bekal sampai rumah.

Baca juga:  Siswa di Zona Hijau Sudah Boleh Berangkat Sekolah

“Dari majikan, saya dapat uang saku Rp 800 ribu dan habis untuk tiket serta akomodasi, karena selama perjalanan memakai uang saya,” tutur Ana pada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (28/1/2021)

Sampainya di rumah Ana, Damar menunjukkan sikap baik dan sopan. Kepada Budiono, ayah Ana secara resmi minta agar proses cerai Ana dipercepat. Supaya bisa segera menikahi Ana. Budiono kemudian meminta KTP Damar untuk lapor ke RT karena menginap. Dari KTP, diketahui nama asli Damar Wulan adalah Kamarullah, 49. Ia beralamat di Dusun Tarikolot, RT 4 RW 4, Sidamulih, Pangandaran.

Tidak ada rasa curiga sedikit pun pada Kamarullah. Ia pun diizinkan mengajak Ana ke Weleri menggunakan sepeda motor Honda CBR H 6617 AKD milik adik Ana. Lagi-lagi dengan alasan mau mengurus e-Banking di bank, HP milik adik Ana merek Infinix juga dipinjam.

Baca juga:  Terpeleset saat Menimba, Kakek Tewas Tercebur Sumur

Ana diajak mampir di sebuah rumah makan di Weleri, Kabupaten Kendal. Ia diminta menunggu, sementara Kamarullah beralasan ke bank. Sesaat kemudian Kamarullah datang, ia mengatakan pengurusan e-banking butuh biaya. Karena tidak membawa cukup uang, Ana merelakan anting-anting yang dipakai untuk dijual. “Saya menunggu dari jam 12 siang sampai sore tapi Kamarullah tidak datang dan saya menyusul. Saya hubungi nomornya tidak aktif,” ujarnya.

Ana pulang dan menceritakan semua pada keluarganya. Saat itu ia baru sadar kalau telah tertipu. Sepeda Motor Honda CBR tahun 2016 berikut STNK, ponsel dan anting-antingnya lenyap. Belum termasuk sejumlah uang yang dipakai Kamarullah.

Atas saran perangkat desa, Ana diminta lapor ke Kepolisian. Namun, keluarga enggan dan berharap ada itikad baik Kamarullah agar mengembalikan barang-barang yang dibawa kabur. (yan/ton)

Baca juga:  Rem Blong, Delapan Truk Terlibat Kecelakaan Karambol

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya