alexametrics

Kurang Perhatian, Penyandang Tunanetra Terima Bansos

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Kurang mendapatkan perhatian selama pandemi Covid-19, para penyandang tunanetra mendapat bantuan dari Pemkab Batang. Mayoritas tunanetra ini hidup sebagai tukang pijat, namun penghasilannya turun drastis.

“Selama pandemi Covid-19, semua sektor harus dibantu. Termasuk tunanetra. Siapa yang memikirkannya? Kalau negara tidak hadir, tidak membantu kan ya melas. Penghasilan mereka sangat terpengaruh akibat pandemi,” kata Bupati Batang Wihaji saat menyerahkan bantuan sosial (bansos) untuk tuna netra, Selasa (26/1/2021).

Pada kesempatan itu, Pemkab Batang memberikan bansos kepada 35 penyandang tunanetra. Menurutnya, di masa pandemi, negara sudah hadir memberikan bantuan untuk UMKM dan masyarakat kurang mampu. Namun, khusus untuk penyandang tunanetra, bantuan Covid-19 belum pernah diberikan.

Baca juga:  Remaja Harus Bijak Bermedia Sosial

“Bantuan ini berupa uang tunai Rp 1 juta dan paket sembako. Walaupun jumlahnya tidak seberapa, bantuan ini bisa menopang kehidupan penyandang tunanetra,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITNMI) Kabupaten Batang Kusmujiono berterima kasih atas bantuan tersebut. Sedikit banyak, bantuan itu bisa sangat membantu.“Baru kali ini kami bisa bertemu langsung dengan bupati. Ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk menyampaikan aspirasi,” ucapnya.

Pihaknya berharap, bansos ini bisa terus berkelanjutan. Karena mayoritas penyandang tunanetra masuk dalam keluarga pra sejahtera. “Semoga kami bisa memiliki kehidupan layak seperti lainnya. Organisasi kami banyak kegiatan seperti pengajian, membaca Alquran dan diskusi. Selama ini, biaya kegiatan swadaya dari anggota,” tandasnya. (yan/ida)

Baca juga:  Mulai Agustus, Booking Uji Kir Bisa lewat Online

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya