alexametrics

Bikin Bangga, Pemuda Desa Pesantren Kembangkan Kafe Kekinian

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pesantren, Kecamatan Blado, sedang mengembangkan kafe kekinian untuk menarik wisatawan. Tempat tersebut menawarkan pemandangan sawah khas pegunungan dengan sajian lokal.

Dirancang secara epik oleh para pemuda yang tergabung dalam BUMDes. Tempat tersebut dinamakan Catra Kopi. Dibangun saat masa pandemi Covid-19 muncul. Kaum muda setempat melihat peluang jenuhnya masyarakat. Saat itu pembatasan untuk keluar rumah gencar dilakukan di berbagai daerah, hingga butuh refreshing.

Pembangunan kafe itu murni dengan anggaran Dana Desa (DD). Totalnya mencapai ratusan juta rupiah yang dianggarkan dalam tiga tahapan. Tahap pertama, anggarannya Rp 51 juta, berikutnya Rp 72 juta, dan tahap ketiga Rp 23 juta.

Baca juga:  Kolaborasi, Santuni Anak Yatim

“Ini idenya dari teman-teman perangkat desa, karangtaruna dan pengelola BUMDes. Anggarannya kami menggunakan Dana Desa, total Rp 147 juta. Ini mulai dibangun Mei 2020,” kata Kepala Desa Pesantren, Sukirno kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melaksanakan uji coba pengoperasionalan kafe tersebut. Pengoperasiannya dilakukan dengan mematuhi aturan protokol kesehatan. Apalagi Kabupaten Batang sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasn Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Saat ini kami masih memproses untuk finishing dan pengembangannya,” imbuhnya.

Tiga saung kecil telah dibangun berdampingan. Selain itu, ada satu saung utama berukuran besar, dan satu saung di ujung bukit. Sementara tempat memasak dan pemesanan dibangun dengan boks kontainer. Kursi-kursi dijejer menghadap persawahan dengan kemiringan sekitar 40 derajat. Lampu-lampu juga menghiasi langit di sana kala senja tiba.

Baca juga:  Bising dan Meresahkan, Warga Tolak Pabrik Pengolahan Kayu

Lokasinya tidak jauh dari kantor Desa Pesantren yang melintas jalan alternatif menuju wisata Kembang Langit. Tempat Catra Kopi sangat strategis, dekat dengan perkebunan teh Pagilaran.

“Mudah-mudahan tempat ini bisa menjadi tempat yang biasa mengangkat perekonomian desa. Fasilitas kami ada embung, saung dan musala,” harapnya.

Catra Kopi mendapat apresiasi dari Bupati Batang Wihaji. Kreativitas pemerintah desa dianggap patut ditiru. Kreasi itu bisa memunculkan kemandirian ekonomi, serta memacu kreativitas para pemudanya. “Ini namanya mandiri, semoga ini menjadi salah satu contoh BUMDes yang dikelola bersama pemerintah desa. Tempatnya sangat indah, lampu PLTU Batang bisa terlihat dari sini. Saya titip ini diberdayakan. Libatkan masyarakat, kemudian makanan lokal harus dipromosikan,” tandasnya. (yan/ida)

Baca juga:  Kerahkan Alat Berat Buka Jalan Darurat

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya