alexametrics

Kebanjiran, 75 Warga Karangasem Utara Mengungsi di Masjid

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Sebanyak 75 warga Karangasem Utara, Kecamatan Batang terpaksa mengungsi di dalam masjid, Selasa (19/1/2021). Pasalnya, hujan lebat selama beberapa hari dan air laut pasang membuat warga pesisir kebanjiran. Air mulai masuk rumah sekitar pukul 01.00 dini hari.

“Tadi malam kami sudah mengevakuasi warga terdampak banjir ke tempat yang lebih aman. Ada yang di rumah saudaranya, ada juga yang di masjid, dan musala,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Ulul Azmi pada Jawa Pos Radar Semarang, saat meninjau lokasi banjir bersama Bupati Batang Wihaji, Selasa pagi (19/1/2021).

Titik pengungsian warga terbanyak di Masjid Al Ikhlas kelurahan setempat. Ketinggian air sempat mencapai 1 meter pada pukul 01.00 dini hari. Evakuasi dari BPBD bersama para relawan berlangsung sampai pukul 04.00 pagi. Sebanyak 3 prahu karet dikerahkan.

Baca juga:  Pembunuh Sekretaris Gudang Dibekuk, Polisi Terkendala Pengumpulan Bukti

Ulul juga menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan dapur umum untuk keperluan warga terdampak. Air yang masuk ke rumah, membuat sebagian besar warga tidak bisa memasak. “Kami telah berkoordinasi dengan Lurah Karangasem Utara untuk membuat dapur umum di kantor kelurahan. Dapur umum disediakan oleh PMI Kabupaten Batang, Dinas Sosial, dan BPBD menyediakan tenda darurat,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji menjelaskan, ada empat titik banjir yang terjadi kemarin. Yaitu di Karanganyar, Kalipucang Wetan, Klidang Lor, dan Karangasem Utara. Semuanya berada di Kecamatan Batang, banjir paling parah berada di Kelurahan Karangasem Utara. “Di Karanganyar dan Kalipucang Wetan tidak ada yang dievakuasi. Karena ketinggian air hanya berkisar 20 sampai 25 sentimeter,” ujarnya.

Baca juga:  Butuh Rp 7 Miliar Lagi untuk Lengkapi Gor Abirawa

Menurutnya, banjir di Karangasem Utara merupakan banjir tahunan. Kebetulan, saat itu air laut sedang pasang, debit air hujan juga tinggi. Akibatnya satu Padukuhan Kutosari terendam banjir. Ada 80 rumah, dan 130 KK yang terdampak.

Saat ditinjau Bupati Wihaji, air telah surut. Ketinggiannya mencapai 30 sentimeter. Wihaji sempat memasuki rumah-rumah warga. Ia melihat kondisi dapur, air menggenangi seisi rumah. Perabotan dinaikkan ke tempat tinggi. Bahkan ada salah satu warga yang berasnya tumpah terendam air.

“Kami mengecek tempat pengungsian, kami pastikan bahwa kebutuhan mereka kita layani secara cepat. Warga yang mengungsi di masjid sebagian sudah meninggalkan tempat pengungsian. Tinggal ibu-ibu yang punya anak kecil. Kami pastikan pampersnya juga tersedia,” jelas Wihaji. (yan/ida)

Baca juga:  Guru Paud Lulusan SMA Berharap Honorarium Bosda

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya