alexametrics

Uang Insentif Isolasi Mandiri Dihapus

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Setelah dievaluasi, Pemkab Batang hapus dana insentif isolasi mandiri bagu penderita Covid. Program itu dianggap tidak terlalu efektif menekan angka Covid di Kabupaten Batang. Warga yang dinyatakan positif masih membandel, keluyuran ke luar rumah.

Sebelumnya, Pemkab mengalokasikan dana Rp 1 juta untuk warga yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Warga bandel keluyuran hingga memperbanyak penderita Covid klaster keluarga. Kebanyakan, mereka yang melakukan isolasi mandiri berstatus tanpa gejala.

“Bahwa keputusan yang saya buat ini lantaran isolasi mandiri di rumah tidak efektif dan banyak pelanggaran,” kata Bupati Batang Wihaji.

Uang insentif tersebut digunakan untuk biaya hidup selama karantina 14 hari. Uang sejumlah Rp 500 ribu untuk belanja sembako dan keperluan sehari-hari yang diberikan pemda. Sementara sisanya diberikan keluarga bersangkutan.

Baca juga:  Neva Ajari Satgas TMMD Sintang Buat Sapu Lidi

“Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, isolasi mandiri tidak efektif. Masih banyak yang bandel keluar rumah, belanja, dan menerima tamu. Karena itu, saya pastikan tidak kasih insentif lagi bagi yang isolasi di rumah,” tegasnya.

Isolasi kini difokuskan ke tingkat desa. Pemerintah desa diminta menyediakan tempat atau rumah untuk isolasi warganya yang positif covid. Sementara itu, Pemkab Batang juga menyiapkan tempat isolasi di mess Persibat.

Uang insentif hanya diberikan kepada warga yang melakukan isolasi di tempat yang disediakan. Jumlahnya tetap sama Rp 1 juta. Separuh untuk biaya isolasi, dan separuh lagi untuk keluarga di rumah.

Wihaji menjelaskan tempat isolasi tidak dikumpulkan jadi satu tempat. Pertimbangannya, kalau warga yang biasa hidup di desa dikumpulkan di tempat jauh akan menambah stres. Mereka akan merasa jauh dengan keluarga. Mess Persibat dikhususkan bagi warganya yang masih bandel dalam melakukan isolasi.

Baca juga:  Tak Ingin Pelayanan Setengah-Setengah

“Operasional tempat isolasi ditanggung oleh APBD Kabupaten Batang, termasuk sewa rumah di tingkat desa. Harus ada partisipasi desa dengan melibatkan satgas jogo tonggo mencegah penyebaran Covid-19,” ucapnya. (yan/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya