alexametrics

Salut Kepedulian Warga Bantu Tetangga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Bupati Batang Wihaji salut terhadap solidaritas warga Desa Pesantren, Kecamatan Blado. Warga setempat swadaya bantu tetangganya yang tidak mampu. Mereka iuran membantu rehabilitasi rumah Waryu, 50, dan Cariyah, 60.

Kedua janda bersaudara itu tinggal satu atap. Waryu memiliki keterbatasan penglihatan alias tunanetra, hingga tidak bisa bekerja dan melakukan aktivitas keseharian. Sementara Cariyah bekerja sebagai pemetik cengkeh.

Berkat swadaya masyarakat dan paguyuban setempat, rumah Waryu kini sudah layak huni. Dindingnya bertembok semen halus. Lantainya juga sudah dicor semen, sehingga tidak becek lagi saat hujan. Sementara atapnya telah dipasang seng.

“Ini yang saya suka, ada partisipasi warga. Tidak bisa mengandalkan semua ke pemerintah daerah. Tentu kita hadir, tapi terbatas, tidak bisa mengcover semuanya. Maka kalau ada partisipasi dari masyarakat, saya sangat berterimakasih,” ujar Bupati Batang Wihaji usai tilik ke rumah Waryu Selasa (12/1/2021).

Baca juga:  Target Lima Desa Tanpa Money Politic

Kodisi dua janda tersebut benar-benar dalam keadaan kekurangan finansial. Upahnya memetik cengkeh tidak bisa menutup kebutuhan sehari-hari. Beruntung, warga juga iuran membantu mereka tiap bulan.

Pada kesempatan itu Wihaji memastikan kebenaran informasi tersebut. Wihaji menggeledah dapur dan menemukan beras dalam karung. Beras tersebut ternyata dikumpulkan dari hasil mengais sisa-sisa panen di sawah. Saat menggeledah dompet simpanan, isinya hanya satu lembar uang pecahan Rp 50 ribu.

Cariyah mengaku, uang itu merupakan satu-satunya yang dipunyai. Selain itu, ia juga punya tanggungan utang di warung-warung tetangga Rp 600 ribu. Mengetahui hal itu, Wihaji langsung memberikan bantuan uang tunai Rp 3 juta, untuk melunasi utang, dan paket sembako. Juga untuk keperluan keseharian ke depan.

Baca juga:  Hendi Aplikasikan Sistem Robotik, Kuatkan Daya Tarik Kota Semarang

“Kebetulan ada laporan di Facebook, salah satu warga Pesantren punya kekurangan. Janda yang memiliki keterbatasan penglihatan. Kami tadi ke lokasi untuk memastikan mereka memang tidak punya apa-apa,” timpal Wihaji.

Selain ke rumah janda tersebut, Wihaji dan jajarannya juga tilik ke rumah Kastumi, 80. Ia sudah terbaring lemas di ranjang selama satu bulan. Rumah Kastumi ditinggali enam orang, yaitu anak dan cucu-cucunya. Mereka termasuk keluarga tidak mampu, pada kesempatan itu mereka juga diberi bantuan uang tunai dan sembako. (yan/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya