alexametrics

Pembangunan Islamic Center Masih Sisakan PR Relokasi Parkir Truk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Bupati Batang Wihaji berencana datangi warga terdampak pembangunan Islamic Center. Mereka adalah warga penghuni pangkalan truk Banyuputih yang akan dialihfungsikan lahannya. Pembangunan Islamic Center akan dimulai tahun ini, sementara sebagian kecil warga masih berkeras melakukan penolakan.

“Islamic Center sudah final, proses sudah kita lalui sesuai peraturan perundang-undangan. Kita negara hukum, semua warga punya hak. Saya akan turun ke warga biar lebih santai. Mencarikan jalan keluarnya,” ujar Wihaji saat bermediasi dengan beberapa orang warga Banyuputih, Senin (11/1/2021).

Pada kesempatan itu, belasan orang datangi kantor bupati untuk mempertanyakan alih fungsi pangkalan truk Banyuputih jadi Islamic Center. Warga datang dengan diadvokasi oleh mahasiswa dari perguruan negeri di Semarang. Mereka menginginkan Pemkab memperhatikan aspek HAM dalam kebijakan tersebut.

Baca juga:  Video Truk Oleng di Batang yang Bikin Celaka, Pengemudinya Masih Kelas 1 SMK

“Saya setuju, jangan sampai ini melanggar HAM. Saya cari jalan keluarnya yang tidak melanggar HAM. Jangan sampai kita tidak memanusiakan manusia,” tanggapnya.

Wihaji bergegas bahwa pihaknya tidak menggusur. Lahan tersebut milik pemerintah daerah yang akan dialihfungsikan menjadi Islamic Center. Ia juga menjelaskan, tahun 2001 ada aturan yang mengatur penyewa lahan pangkalan truk Banyuputih. Mereka harus meninggalkan pangkalan truk apabila Pemda ingin menggunakan lahan tersebut.

Berkaitan relokasi pangkalan truk. Pihaknya akan mencari titik-titik terdekat untuk tempat singgah dan parkir truk. “Saya ke lapangan, biar tahu mana titik-titiknya biar tahu. Insya Allah sudah ada jalan keluarnya,” tandasnya.

Frans, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada pertemuan itu berharap pemda peduli terhadap HAM warga tergusur. Terutama warga yang tidak menginginkan Islamic Center dibangun di pangkalan truk Banyuputih.

Baca juga:  Musim Penghujan, Sumur Warga Kebondalem Justru Mengering

Sementara itu, Nuril Huda, warga setempat yang menjadi sopir truk fuso mempertanyakan pengganti pangkalan truk Banyuputih. “Kalau digusur, nanti parkirnya di mana. Selama ini saya merasa nyaman parkir di situ,” ujarnya pada Bupati Wihaji. (yan/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya