alexametrics

Kawasan Industri Terpadu Jadi Daya Tarik Investasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Memasuki 2021, Pemkab Batang terus kembangkan berbagai sektor. Industri bakal pesat berkembang dengan adanya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Sementara sektor UMKM terus didorong agar terus eksis.

Pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan, melainkan tantangan yang harus dihadapi. Kawasan industri disiapkan untuk memecahkan persoalan krisis ekonomi dampak penyebaran virus korona. Pengerjaannya memasuki tahap kedua pada 2021.

KIT Batang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), bersama dengan 201 proyek dan 10 program lain. Tahun 2021, pembangunan simpang susun untuk akses keluar masuk tol bakal dimulai. Anggarannya lebih dari Rp 300 miliar.

“Akses jalan di dalam kawasan industri yang dananya juga ratusan miliar rupiah akan dibangun. Begitu juga dengan rumah susun untuk ditempati calon karyawan yang bekerja di KIT Batang,” ujar Bupati Batang Wihaji saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Semarang mengenai optimisme Kabupaten Batang 2021 di kantornya Rabu (30/12/2020) malam.

Selain itu, penyediaan air bersih tidak hanya mengandalkan air tanah. Nantinya, air juga diambil dari beberapa beberapa aliran sungai yang di bendung. Menggunakan teknologi mutakhir, nantinya akan menjadi sumber air bersih. Selanjutnya siap didistribusikan ke perusahaan yang ada.

Baca juga:  Dewan dan Pemkab Batang Sepakati Penyesuaian Dua Raperda

KIT Batang tidak hanya menyangkut industri. Wihaji menyebutkan, akan ada perputaran ekonomi. Lokasi itu akan ada tenant atau industri, dari situ pasti akan ada pekerja. Mereka mendapatkan gaji, berarti nanti ada perputaran uang yang artinya ada daya beli.

Pada 2021, KIT Batang masih dalam tahap pembangunan. Beberapa perusahaan juga akan membangun pabriknya. Pada 2022, Wihaji akan lebih fokus pada serapan tenaga kerja di KIT Batang. “Tapi untuk PT di luar kawasan industri seperti pabrik dari Korea Selatan, nanti tahun 2021 sudah membutuhkan sekitar 1.000 pekerja. Dan ada beberapa perusahaan lain di luar KIT Batang tahun 2021 sudah siap beroperasi dan membutuhkan tenaga kerja,” timpalnya.

Demi menyambut KIT Batang, Pemkab juga terus menyiapkan warganya agar menjadi SDM unggul. Balai Latihan Kerja (BLK) akan dibangun sebagai support untuk warganya yang kurang memiliki skill. Melalui cara itu, jika ada permintaan dari perusahaan untuk bantuan tambahan skill, para pekerja akan latih secara maksimal. Hingga nantinya bisa didistribusikan di kawasan industri.

Sementara di bidang pendidikan, adanya kampus PSDKU Undip di Kecamatan Bandar akan sangat berarti. Pengoperasiannya dimulai Januari 2021. Pemkab telah menghibahkan 9,4 hektare lahan untuk kampus tersebut. Selama tidak melanggar hukum, pihaknya akan mendukung pengembangan kampus di wilayahnya.

Baca juga:  Ketika Duta Wisata se-Jateng Jelajahi Sikuping, Sigandu, Sikembang dan Silurah

“Harapan saya, dengan adanya Undip itu akan memberikan nilai. Khususnya angka lama sekolah kita dan angka rata-rata sekolah jadi naik,” ucapnya.

Genjot Sektor UMKM

Walaupun industri mendapatkan perhatian khusus, Pemkab Batang juga menggenjot sektor UMKM. Pemerintahan Wihaji dan Suyono telah menyiapkan ruang-ruang untuk para pelaku usaha. Terobosan yang dikeluarkan adalah bagaimana UMKM itu bisa kompetitif di tengah pasar. Wihaji menyebutkan, problematika UMKM adalah sektor pemasaran atau marketing

“Saya juga menuntut, di Kawasan Industri Terpadu Batang wajib menyiapkan kawasan UMKM di dalam kawasan industri,” tegasnya.

Pada 2021, sentra UMKM di dekat Hutan Kota Rajawali (HKR) juga siap dioperasikan. Pengerjaan fisik telah rampung akhir 2020. Area itu bernama Batang Teras Pandawa. Ada 10 lapak untuk produk UMKM basah dan untuk produk kering 34 tempat. “Kami memberikan ruang pada pelaku UMKM khususnya warga batang. Sentra UMKM itu akan kami serahkan pada manajemen. Harapan saya ada profesionalitas dari pengelola. Caranya kami akan adakan lelang manajemen. Silakan presentasi yang terbaik akan kami pilih untuk mengelola sentra UMKM,” jelasnya.

Baca juga:  Ganjar Apresiasi Pabrik Tahu Tak Pecat Karyawan

Sentra UMKM itu lokasinya juga bersebelahan dengan GOR Indoor yang masih dalam proses pengerjaan. GOR Indoor menjadi prioritas dalam tahun anggaran 2021 bersama Islamic Center. Dua proyek besar itu juga bakal memutar perekonomian masyarakat.

Di Islamic Center, Pemkab juga menyediakan area untuk UMKM. Hal itu bisa mengangkat ekonomi masyarakat sekitar. Proyek yang bakal menghabiskan anggaran Rp 43,5 miliar itu merupakan yang pertama di Kabupaten Batang. Pengerjaannya akan dimulai 2021, sementara saat ini masih dalam tahap penyiapan lahan.

Ruang-ruang UMKM terus diperjuangkan, sementara UMKM harus lebih kreatif dan inovatif. Terutama di tengah pandemi, semua pihak harus memutar otak agar ekonomi terus berjalan. Salah satu contoh dukungan Wihaji terhadap pengembangan UMKM adalah aplikasi Dotukura.

Aplikasi itu mewadahi pedagang pasar. Mereka bisa menjual barang dagangannya melalui perangkat digital. Sehingga pangsa pasar semakin luas. Tidak hanya menengah ke bawah, tapi juga menengah ke atas. (yan/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya