alexametrics

Warga yang Tolak Islamic Center Terima Bansos

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Setelah berkali-kali sosialisasi, 91 penghuni pangkalan truk Banyuputih ajukan penerimaan bantuan sosial. Bantuan menyasar 122 warga yang terdampak alih fungsi lahan menjadi Islamic Center. Sebelumnya sejumlah warga tersebut keukeuh menolak dan enggan terima bantuan.

Kepala Desa Banyuputih Wur Adiakso menjelaskan sebagian warga yang menolak telah melakukan pengambilan bansos dari Dinas Sosial. Bantuan tersebut diambil di aula desa setempat, ada 78 orang yang berpartisipasi. Sementara 13 orang hanya mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan terdampak alih fungsi lahan Islamic Center.

“Sebanyak 13 orang itu tidak melakukan pengambilan secara langsung di kantor Desa Banyuputih, selanjutnya bantuan bisa diambil di kantor Dinas Sosial,” tuturnya pada Jawa Pos Radar Semarang saat ditemui di kantor desa setempat Senin (28/12/2020).

Baca juga:  2.880 Ibu Hamil di Batang Bakal Terima Vaksin

Bantuan sosial bagi warga terdampak pembangunan Islamic Center dibedakan. Warga ber-KTP Batang dapat Rp 3 juta, sementara non-Batang Rp 1 juta. Pada kesempatan tersebut, ada lima orang ber-KTP luar Batang yang menerima bantuan.

Ia menjelaskan, 98 persen warganya mendukung penuh pembangungan Islamic Center. Hanya sebagian kecil yang menolak. Penolakan tersebut diduga karena adanya intimidasi. Sehingga warga enggan menerima bantuan dan ikut melakukan penolakan.

“Kebijakan Pemkab Batang ini sebetulnya luar biasa. Kami menemukan perjanjian kontrak sewa-menyewa tahun 2001. Ada klausul, salah satunya apabila tanah tersebut digunakan oleh Pemda, maka baik penyewa atau ataupun pengontrak dapat meninggalkan lokasi tersebut tanpa ada ganti rugi sama sekali,” imbuhnya.

Baca juga:  Komunitas Truk Oleng Tim Sodrekers Batang Bubarkan Diri

Tindakan Pemda saat ini dinilainya sangat baik. Para warga terdampak mendapatkan bantuan baik dari Dinas Sosial, maupun Dinas Perhubungan. “Sebetulnya 50 persen warga penghuni pangkalan truk mau menerima bantuan, karena ada intimidasi dan ancaman-ancaman dari suatu kelompok akhirnya warga kompleks ruko pada takut,” tuturnya.

Ia berharap, adanya Islamic Center mengubah citra Kabupaten Batang. Dahulu dikenal dengan adanya tempat remang-remang, kini citranya akan lebih positif.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Joko Tetuko menjelaskan Senin (28/12) kemarin merupakan hari terakhir pengambilan. Warga yang tidak mendaftarkan diri dan tidak melakukan pengambilan, otomatis tidak akan mendapatkan bantuan tersebut.

“Sisa anggaran kami kembalikan ke kas daerah. Total penerima 91 orang. Dua orang tidak melakukan pengambilan,” tegasnya. (yan/lis)

Baca juga:  Kendalikan Anak dari Candu Gadget

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya