alexametrics

UMK Mengerucut Naik 3,27 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Internal serikat buruh dan pengusaha masih berunding menyepakati besaran UMK 2021. Pasalnya, pada rapat Dewan Pengupahan Rabu (4/11/2020) lalu, kedua pihak belum sepakat. Tapi perundingan mengerucut di angka kenaikan 3,27 persen.

DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indoensia (KSPSI) Kabupaten Batang meminta kenaikan UMK di atas 3,27 persen. Sebelum berunding, mereka menginginkan adanya kenaikan sebesar 8 persen. Sementara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Batang meminta tidak ada kenaikan UMK.

UMK Kabupaten Batang 2020 besarannya mencapai Rp 2.061.700. Jika disepakati ada kenaikan 3,27 persen, UMK menjadi Rp 2.129.118. Serikat buruh menyatakan kenaikan dirasa sangat wajar. Saat pandemi ini tidak semua sektor usaha terkena dampak. Adanya kenaikan juga dilatari PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

Baca juga:  Guru Agama Islam Harus Memposisikan Diri sebagai Muazin

“Besaran UMK mengerucut pada kenaikan 3,27 persen. Dari angka ini, belum ada kesepakatan antara KSPSI dan Apindo, mereka akan memusyawarahkan di masing-masing asosiasi,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Batang Suprapto.

Rapat Dewan Pengupahan akan kembali digelar pada Selasa (10/11/2020) ini. Pertemuan bakal membahas hasil musyawarah internal dari serikat buruh dan pengusaha. “UMP Jateng menjadi titik awal, tidak boleh UMK kita di bawahnya,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memutuskan kenaikan UMP sebesar 3,27 persen. Dijelaskan pula dari data BPS, inflasi nasional tercatat 1,42 persen. Laju pertumbuhan ekonomi 1,85 persen. Angka tersebut dijumlah menjadi 3,27 persen. Hal itu sebagai patokan dalam rumusan kenaikan UMK berdasarkan PP No 78 tahun 2015. (yan/ton/bas)

Baca juga:  Akmil Bagikan Sembako

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya