alexametrics

Batas Pembongkaran Lapak Akhir Desember

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Lokasi pembangunan Islamic Center sudah final di bekas pangkalan truk Kecamatan Banyuputih. Pemilik ratusan kios diberi batas waktu hingga akhir Desember untuk membongkar sendiri aset mereka. Apalagi sebagian kios diduga digunakan untuk prostitusi.

“Dinas Perhubungan Kabupaten Batang akan memanggil penyewa lahan, dijelaskan bahwa penyewaan tidak diperpanjang. Satpol-PP akan mem-back up keamanan dibantu TNI-Polri,” ujar Kepala Satpol-PP Ahmad Fatoni melalui Kabid Trantibum, Dwi Pranggono usai sosialisasi Islamic Center di aula Desa Banyuputih Rabu (4/10/2020). Jumlah lapak yang terdata sekitar 134 bangunan.

Dalam sosialisasi tersebut, hadir Wakil Bupati Batang Suyono beserta kepala OPD dan aparat terkait. Acara dihadiri sekitar 65 orang. Termasuk unsur pemerintah desa dan kecamatan.

Baca juga:  Polres Magelang Terjunkan 500 Personel Kawal Pilkada

Suyono menjelaskan pembangunan Islamic Center sudah mendapatkan dukungan dari berbagai tokoh agama dan masyarakat. Kepala Desa Banyuputih Wur Adiakso pada kesempatan tersebut menyerahkan tanda kebulatan tekad masyarakatnya. Isinya berupa dukungan pembangunan Islamic Center. Dari 25 RT di desa tersebut, ada satu RT yang tidak menandatangani surat pernyataan, yaitu RT 3 RW 3.

Walau demikian, Suyono tegas memaparkan bahwa alih fungsi lahan tetap dilakukan, dari pangkalan truk menjadi Islamic Center. Target pembangunan dimulai pada 2021. “Batang punya Islamic Center bukan untuk golongan kecil atau ormas, tetapi untuk pembangungan di bidang keagamaan. Nantinya akan ada ruang UKM yang dapat dilanjutkan,” ucapnya.

Dinas Perhubungan Kabupaten Batang bakal memberikan dana bantuan untuk pembongkaran lapak-lapak yang ada. Kabag Ops Polres Batang AKP Asfauri menegaskan, pihak kepolisian akan terus mengawal pembangunan Islamic Center.

Baca juga:  Desa di Batang Ini Bangun Gapura dari 5.000 Botol Bekas

“Siapapun orangnya yang mengganggu dan menghalangi nanti berhadapan dengan kami, terlebih ini sudah menjadi keputusan bersama sehingga tidak ada keraguan untuk mengawal proses ini,” tandasnya. (yan/ton/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya