alexametrics

Musdes Mentosari Tolak Hasil Ujian Sekdes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Hasil ujian seleksi Sekretaris Desa Mentosari Kecamatan Gringsing yang dilaksanakan di STAIN Pekalongan menuai kontroversi. Ada pihak yang merasa dirugikan dan menduga ada unsur intervensi. Sehingga meloloskan salah satu peserta yaitu Eko Nugroho.

Sebelum pelantikan sekdes dilaksanakan, timbul gejolak dan penolakan terhadap Eko Nugroho. Kades Mentosari Suwadji menyatakan dirinya tidak dilibatkan dalam pelaksanaan ujian. “Saya bandingkan dengan Desa Kutosari yang juga mengadakan seleksi perangkat desa. Peraturan dan perundangannya sama, tapi dalam pelaksanaan berbeda. Jelas ini ada sesuatu yang tidak beres,” tegas Suwadji berapi-api di depan forum rembug desa Selasa (3/11/2020).

Forum itu dihadiri unsur muspika dan masyarakat. Forum menjadi ajang pembahasan polemik tentang sekdes. Ujian diikuti empat peserta Minggu (18/10/2020). Perolehan nilai tertinggi diraih Eko Nugroho dengan angka 72,13 dan peringkat dua diraih Febri Adiyono 68,30. Sesuai peraturan, panitia pemilihan dan Kades Mentosari membuat rekomendasi dua nama peraih nilai tertinggi kepada Camat Gringsing. Rekomendasi dibuat tertanggal 21 Oktober 2020 dengan nomor  141/18. Surat rekomendasi Camat Gringsing keluar tanggal 2 November dengan nomor 141/242/2020 yang isinya menyetujui ranking satu atas nama Eko Nugroho sebagai Sekdes Kutosari.

Baca juga:  Rumah Hampir Roboh, Wihaji Janjikan Bangun Minggu Depan

Camat Gringsing Wawan Nurdiansyah yang diwakili Kasi Pemerintahan Suci Atmoko menjelaskan tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. “Pengisian perangkat desa melalui seleksi dan tidak dipilih langsung oleh warga. Jadi yang mendapat nilai terbanyaklah yang dilantik,” tegasnya.

Ketua BPD Mustafa Kamal menengahi situasi yang mulai memanas. Ia memberikan argumen agar permasalahan sekdes dimusyawarahkan dulu oleh panitia, kades, dan peserta sebelum dibawa ke forum. Hal senada juga disampaikan Kapolsek Gringsing dan Danramil 03 Gringsing. Semua permasalahan dimusyawahkan dengan kepala dingin. Ketua Panitia Pemilihan Ahmad Fathoni secara tersirat menduga ada yang tidak beres di pihak penguji. Meskipun tidak menyebut langsung. Fathoni beralasan tempat seleksi tidak steril dan ada pihak-pihak yang ikut bermain. “Kami sebagai panitia tidak diberi hasil penilaian. Tempatnya juga dipindah. Sebelumnya kami mengusulkan tes peserta di desa saja tapi ternyata dipindah ke STAIN Pekalongan,” tandasnya.

Baca juga:  Tim Krapyak dan Kaliyetno Tak Terbendung

Kades meminta warga yang hadir agar memberikan pilihan antara melantik peraih nilai tertinggi atau voting untuk menolak. Sebagian besar warga menjawab menolak.

Situasi kembali tegang ketika Ketua Karang Taruna Muh Tholib menginterupsi. Ia mengatakan yang hadir adalah orang-orang yang pro kepada penolakan. Interupsi Muh Tholib tidak mendapat tanggapan dan kades segera menutup forum. Kades Suwadji tetap akan membuat berita acara voting berdasarkan suara mayoritas setuju adanya penolakan.

Di tempat terpisah Camat Gringsing Wawan Nurdiansyah kepada Jawa Pos Radar Semarang mengatakan tetap akan merekomendasikan peraih nilai terbanyak sebagai Sekdes Mentosari. “Ujian sudah dilaksanakan dan hasilnya juga sudah diketahui. Kami selaku camat tetap berpegang pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku karena jika itu dilanggar akan kena sanksi,” tegas Wawan. (yan/lis/bas)

Baca juga:  Semua Calon Daftar Hari Pertama

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya