alexametrics

Batik Batang Berpotensi Masuk Pasar Dunia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Batik khas Batang punya potensi besar merambah pasar dunia. Batik Batang memiliki corak dan warna beragam dengan kualitas baik. Konsep motifnya memiliki cerita dan keunikan dalam proses pembuatan.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Batang Wahyu Budisantoso menjelaskan, ada empat batik yang punya potensi besar tersebut. Yaitu batik rifaiyah, batik batangan, batik warna alam, dan batik gringsing. “Dari 4 corak dan motif batik inilah yang kita klasifikasi punya potensi pangsa pasar dunia,” ucapnya.

Menurutnya, salah satu jenis yaitu batik rifaiyah memiliki keunikan pada proses pembuatannya. Ada ritual sakral dalam pengerjaannya. Para pembatik melantunkan selawat dan lantunan ajaran moril Islam dalam bahasa Jawa.

Baca juga:  Warga Langsung Mual dan Pusing Setelah Makan Tongkol Bantuan

Batik Rifaiyah berasal dari Desa Kalipucang, Kecamatan Batang. Tiap-tiap motifnya mengadopsi ajaran Rifaiyah dari KH Ahmad Rifai. Karena pembuatnya penganut ajaran Rifaiyah, batik tersebut dijuluki demikian.

“Kegiatan membatik bagi pembatik rifaiyah menjadi kegiatan yang cukup sakral. Harus dilakukan dalam keadaan hati yang bersih,” tuturnya. Salah satu ciri yang selalu ditonjolkan pada motif-motif batik rifaiyah adalah motif binatang yang dipisah bagian tubuhnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Muhammad Ricky Fauziani mengatakan, bisnis online merupakan salah satu cara merambah dunia internasional. Juga untuk mengenalkam pada pangsa pasar nasional. Cara online di masa pandemi Covid-19 merupakan yang paling eksis.

Baca juga:  Gerombolan Monyet Serbu Jalan Raya

Ia menambahkan, para pengrajin perlu didorong untuk melakukan promosi melalui media sosial. Pengrajin batik di Kabupaten Batang rata-rata berusia 45 tahun ke atas, hampir semua tidak memiliki media sosial. “Saya yakin, anak dan cucu pengrajin batik pasti memiliki smartphone, maka libatkan anggota keluarga untuk jualan batik secara online di media sosial,” jelasnya.

Para pengrajin batik perlu diarahkan untuk mengikuti jejak pebisnis online yang telah sukses. Caranya, pelatihan pemasaran dan uji kompetensi pengrajin batik digunakan sebagai stimulus keberpihakan pemerintah. “Stimulus tidak mutlak bantuan keuangan dan peralatan saja, tapi juga peningkatan keterampilan serta membangun pasar online untuk perajin batik,” tandasnya. (yan/ton/bas)

 

Baca juga:  Tenggelam di Pleret, Meninggal Dalam Perjalanan ke RS

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya