alexametrics

Jumlah Pasien Positif Melonjak, Gedung Isolasi Hampir Penuh

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Sejak sebulan terakhir, Pemerintah Kota Pekalongan kembali mengaktifkan Gedung Diklat di Jalan Merbabu sebagai tempat isolasi penanganan Covid-19. Kini Gedung tersebut hampir penuh akibat lonjakan pasien positif.

Hal ini imbas dari Satgas Covid-19 rajin menggelar tes swab. Baik di lingkungan pemerintah maupun masyarakat umum. Kini dari 22 kamar yang disediakan, sudah 19 kamar terisi pasien. “Sebelumnya sisa satu kamar, Alhamdulillah Jumat kemarin ada yang sembuh, kini sisa 3 kamar,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Slamet Budiyanto yang juga bertindak sebagai juru bicara Satgas Covid-19 Kota Pekalongan Sabtu (10/10/2020).

Kondisi ini tentu cukup rawan karena swab massal masih gencar dijalankan. Bila ditemukan kasus positif baru tentu akan sulit mendapatkan ruang perawatan. Sebab selain Gedung Diklat, kapasitas kamar isolasi di RSUD Bendan juga sudah penuh. “Untuk mengantisipasi kami tengah berkoordinasi dengan Sekda terkait langkah yang akan diambil,” jelasnya.

Baca juga:  FIFGroup Salatiga Salurkan 250 Paket Bantuan

Untuk antisipasi lonjakan kasus, Dinkes melakukan berbagai macam upaya. Seperti kerjasama dengan BPBD untuk menyemprotkan desinfektan di rumah warga atau kantor-kantor serta terus mengedukasi pada warga untuk mengaktifkan jogo tonggo. “Jika ada tetangga di daerah itu yang positif, haruslah gotong royong membantu. Laporkan, saat isolasi mandiri dibantu kebutuhannya, dengan aman,” tegas Budi.

Menurut Budi hal yang paling efektif untuk mencegah Covid-19 ada dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, jika perilaku kita sesuai dengan protokol kesehatan harapannya bisa mencegah penularan Covid-19.

Untuk diketahui, per 10 Oktober 2020, di Kota Pekalongan ada 3 warga suspect Covid sedang dirawat, dan 1 orang isolasi mandiri. Sedang pasien dengan konfirmasi positif Covid total ada 64 orang, dengan 15 orang dirawat, 49 orang tanpa gejala melakukan isolasi. Sementara yang sudah sembuh ada 132 orang dan 20 orang meninggal. (han/ton/bas)

Baca juga:  Razia Lapas, Petugas Temukan Magic Com hingga Stik PS

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya