alexametrics

Pasokan Berlebih, Urea Tak Terserap

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Pemerintah Kabupaten Batang mendapatkan alokasi tambahan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat. Tambahan yang diberikan jauh melebihi usulan yang dikirimkan. Karenanya, strategi pengalokasian pada petani dikebut.

“Saat ini kami sedang menyusun realokasi untuk di tingkat kecamatan,” kata Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang Karwati saat ditemui di kantornya.

Besaran tambahan pupuk urea mencapai 2.600 ton. Padahal Dispaperta Kabupaten Batang hanya mengajukan urea sebanyak 500 ton. Sementara untuk pupuk SP36 hanya mendapatkan 571 ton, dari usulan semula 1.250 ton. Pupuk Za juga demikian, hanya memperoleh 400 ton, dari pengajuan 750 ton. “Sedangkan pupuk NPK kami tidak meminta tambahan dan organik juga tidak,” imbuhnya.

Baca juga:  Perlu Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

Pihaknya tidak yakin seluruh pupuk bakal terserap, khususnya urea yang jauh melebihi usulan. Apalagi waktu masa tanam hanya tinggal tiga bulan. Kepala Dispaperta Kabupaten Batang, Heru Yuwono mengatakan petani masih terlalu nyaman dengan pupuk kimia. Padahal pihaknya selalu mengarahkan agar petani menggunakan pupuk organik. “Belum ada yang organik minded, padahal baik untuk tanah,” ucapnya.

Selain itu, program unggulan dari pemerintah pusat juga telah diselesaikan. Sejak bulan April 2020, serapan kartu tani mencapai 100 persen. “Kalau pun sekarang ada tambahan, berasal dari para petani yang dahulu belum mendaftarkan diri,” jelasnya. (yan/lis/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya