alexametrics

Usulkan Direktur Pemasaran KIT dari Lokal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Usai diusulkan menjadi proyek strategis nasional, Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang terus dikebut pengerjaannya. Targetnya pada Desember pekerjaan infrastruktur sudah terselesaikan. Bupati Batang Wihaji pun mewanti-wanti, agar konsorsium yang mengerjakan proyek tersebut melibatkan masyarakat lokal Batang.

Ia menyebutkan saat ini Perumda Batang sudah dapat satu jabatan komisaris di KIT Batang. Hal tersebut sebagai bukti keterlibatan pihak lokal dalam pengelolaan kawasan industri. “Perumda masih kita usulkan supaya Batang dapat satu jabatan direktur pemasaran. Karena marketing negara adalah BKPN, kepanjangan tangan negara adalah Pemda. Jadi harus salah satu dari perumda mendapatkan satu jabatan direktur,” jelasnya.

Pemkab sendiri memiliki saham 10 persen di KIT Batang. Kepemilikan saham tersebut melalui perumda. Karenanya, Pemkab bisa terus mengawal progres pembangunan KIT Batang, hingga bisa beroperasi. Serta memastikan warga lokal Batang terlibat dalam KIT tersebut.

Baca juga:  Jabar Segera Punya Tempat Pengolahan Sampah Plastik Jadi Biodiesel

“Kepemilikan saham 10 persen belum dibicarakan secara teknis, menyesuaikan saja. Misalkan 10 persen kita harus sedikan Rp 50 miliar. Uangnya ada, sudah kita siapkan,” imbuhnya.

Progres pembangunan KIT, pada bulan November akan dimulai pengerjaan simpang susun. Sebagai akses menuju lokasi industri. Pihaknya terus meminta pengelola, melibatkan banyak warga lokal dalam proyek tersebut. Warga lokal harus merasakan dampak adanya aktivitas pembangunan KIT.

“November mulai pekerjaan infrastruktur exit fly over simpang susun, jalan nontol. Yakni jalan primer dan sekunder di kawasan industri. Saya minta yang mengerjakan proyek tersebut libatkan orang lokal,” ucapnya.

Tidak hanya pekerja, Wihaji juga meminta material proyek pembangunan KIT harus berada dari Batang. Hal tersebut sudah menjadi keputusan dan kesepakatan bersama.

Baca juga:  Proyek Lima Sekolah Tak Rampung, Disdikbud Batang Blacklist Kontraktor,

“Kita punya banyak material yang dibutuhkan dalam pembangunan proyek KIT ini, jangan sampai ambil material dari luar Batang. Catatannya tidak melanggar aturan,” tegas Wihaji. (yan/pim/lis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya