alexametrics

75 Ribu Pekerja Harap-harap Cemas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 75 Ribu pekerja kepersertaan program BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) harap-harap cemas menunggu bantuan subsidi upah (BSU). Mereka bagian dari total 86 ribu peserta BP Jamsostek Cabang Pekalongan yang akan menerima transferan uang Rp 1,2 juta.

Kantor BP Jamsostek yang membawahi wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang ini tiap hari didatangi masyarakat, Mereka menanyakan status BSU yang tak kunjung masuk rekening. Sementara teman kerjanya ada yang sudah menerima BSU.

Mereka merupakan bagian dari total 86 ribu peserta keseluruhan BPJS Ketenagakerjaan di bawah naungan Kantor Cabang Pekalongan. Sisanya tidak memenuhi persyaratan untuk peroleh bantuan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tersebut.

Baca juga:  Warga Batang Diprioritaskan Bekerja di KITB

“Jika sudah terdaftar harusnya mereka menunggu pencarian, tapi banyak yang datang ke kantor,” kata Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Pekalongan Budi Jatmiko Jumat (11/9/2020).

Dijelaskannya, peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mendaftar setelah 30 Juni 2020 otomatis tercoret. Jatmiko tidak bisa menjawab kapan BSU ditransfer, karena pencairan dilakukan oleh beberapa bank dari pusat. Sementara BPJS Ketenagakerjaan hanya bisa memastikan siapa yang berhak memperoleh bantuan sesuai persyaratan yang ada.

Selain bantuan untuk pekerja, perusahaan juga diringankan dengan adanya relaksasi. Berupa pemotongan besaran, serta penundaan pembayaran iuran hingga 99 persen. Bantuan ini berjalan enam bulan sejak Agustus 2020. Denda pun diringankan dari 2 persen menjadu 0,5 persen.

Baca juga:  Usai Diberi Bakso, Sikat Motor Milik Pedagang

Kepala Bidang Kepesertaan BP Jamsostek Kantor Cabang Pekalongan Arif Darmawan menjelaskan proses seleksi BSU dilakukan tiga lapis. Menjadi lama karena banyaknya peserta yang tidak memenuhi persyaratan ikut mendaftar. Seperti pekerja dengan gaji di atas Rp 5 juta atau satu orang mendaftar dengan beberapa perusahaan. Hal itu semakin memperlama proses seleksi, karena semakin banyak data yang terdaftar.

“Kami deteksi melalui NIK, banyak yang coba-coba mengajukan melalui beberapa perusahaan dengan bank yang berbeda. Supaya dapat bantuan ganda. Itu yang menghambat proses validasi,” ucapnya. (yan/ton/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya