alexametrics

Tatap Muka Aman, Sekolah Lebih Steril

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Beberapa kalangan mempermasalahkan adanya aktivitas pembelajaran tatap muka semasa pandemi di Kabupaten Batang. Sekolah pun siap mempertanggungjawabkan aktivitas siswanya di lingkungan sekolah. Ketua PGRI Batang Warsito menyatakan para guru wajib menciptakan lingkungan yang seaman mungkin.

Saat ini lingkungan sekolah dinilai sudah lebih steril daripada lingkungan masyarakat. Hand sanitizer dan perlengkapan protokol kesehatan sudah tersedia. Tempat duduknya berjarak, anak dilarang beristirahat di luar. Hal itu sudah dirasa begitu ketat, namun masalah muncul ketika mereka kembali di lingkungan masyarakat. “Kami terus mengingatkan para guru Jangan sampai lengah, tidak hanya pas awalan saja,” tegasnya Jumat (21/8/2020).

Ia memahami ada pihak yang merasa keberatan. Kerawanan di tingkat SD untuk masuk pembelajaran tatap muka sudah dilihat dari berbagai lini. Kecemasan itu dijawab dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Baca juga:  Pemkab Batang Gelontor Rp 2 Miliar untuk Pembangunan Taman Syailendra

PGRI mendukung penuh aturan pemberangkatan siswa didik tersebut, selama memperhatikan keselamatan guru dan murid. Sejak diberangkatkan mulai 3 Agustus 2020 untuk tingkat SD, tidak muncul adanya kasus Covid di lingkungan pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang Achmad Taufiq menjelaskan agenda pembelajaran tatap muka merupakan solusi atas kurangnya efektifnya pembelajaran daring. Banyak orang tua murid kewalahan, sehingga pembelajaran aman diciptakan di lingkungan sekolah. “Kerjasama antara wali murid dan pihak sekolah sudah betul betul tersinergi, sehingga sama-sama menjaga,” tuturnya. (yan/ton/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya