Satpol Kewalahan Tangani Anak Jalanan

191
Satpol PP Kabupaten Batang saat menggelar operasi anak jalanan di Alun-alun Batang. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Batang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kekurangan tenaga untuk menangani anak jalanan yang bermunculan di Kabupaten Batang. Anak jalanan tersebut nongkrong di sepanjang jalur pantura. Mereka membuat resah masyarakat.

Kebanyakan dari mereka berasal dari luar daerah, tak jarang anak asli Batang sendiri ikut terjerumus menjadi anak jalanan. “Kami kekurangan personel. Tidak bisa 24 jam melakukan patroli hanya dengan 39 orang. Tidak bisa juga patroli rutin. Biasanya patroli dilakukan hingga pukul 23.30,” kata Kabid Trantibum Satpol PP Batang, Dwi Pranggono Rabu (29/7/2020).

Saat bersamaan, dua remaja perempuan mendatangi kantor Satpol PP. Mereka hendak mengambil ponsel yang disita saat operasi anak jalanan di Alun-alun Batang. Kejadiannya sudah beberapa hari lalu. Ponselnya tertinggal saat mereka kabur. Keduanya masih kelas tiga SMP. Tentu Satpol PP tidak begitu saja memberikan ponsel tersebut pada kedua pelajar yang masih mengenakan seragam lengkap dengan kerudungnya.

“Dua orang ini kelas tiga SMP, orang tuanya tukang batu. Mereka berasal dari Desa Depok Kecamatan Batang. Saat operasi, rambut mereka dicat merah,” ujar Dwi. Keduanya dibina selanjutnya diserahkan pada keluarga masing-masing. Saat operasi di Alun-alun Batang tersebut, didapatkan satu karung barang-barang milik anak jalanan yang tertinggal. Berupa pakaian, ponsel, uang, celana dalam dan lain-lain. “Mereka (anak jalanan, Red.) itu fluktuatif, kadang banyak sekali, kadang tidak ada. Kemarin ada 20 orang tak gusah teko maneh, teko maneh. Dilematisnya, mereka bilang sendiri bahwa di Batang itu orangnya baik-baik, Satpol PP-nya baik-baik. Bagaimana tidak baik, kami jumlahnya cuma sedikit,” paparnya.

Keberadaan anak jalanan tersebut juga mempengaruhi anak sekolah. Terutama mereka yang kurang perhatian keluarga. Mereka mudah terpengaruh pergaulan anak jalanan. Dwi menambahkan, beberapa anak jalanan itu mengaku, di rumah sering dimarahi. Jadi lebih nyaman di luar. (yan/lis/bas)