Peci Buatan Santri Dipakai Jokowi

154
Pengasuh Ponpes Raudlotul Muhtadin, Khabib Ghozi menunjukkan peci buatan santrinya. (Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Batang – Aktivitas pondok pesantren tidak melulu soal keagamaan. Pondok Pesantren Raudlotul Muhtadin juga mengajari santrinya wirausaha. Salah satunya memproduksi peci. Peci buatan ponpes tersebut juga sudah berada di tangan Presiden Joko Widodo.

“Salah satu peci buatan kami juga sudah dimiliki Presiden Joko Widodo,” kata pengasuh ponpes Khabib Ghozi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Usaha yang digeluti para santri itu telah dirintis sejak 2017. Mulanya, Ghozi mengirimkan dua santrinya untuk pelatihan yang diadakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah. Program itu berlangsung satu hari di Kota Semarang, lalu berlanjut satu minggu di ponpes pembuat peci di Kebumen.

Saat ini pesantren tersebut telah menjadi produsen peci yang pemasarannya hingga luar provinsi. “Awalnya dari adanya program life skill yang digelar Kanwil Kemenag Jateng. Kami memilih program menjahit yang berkonsentrasi pada peci,” ungkapnya.

Lepas dari itu usaha peci mulai dirintis. Hingga berkembang seperti sekarang. Modal awal dari pesantren Kebumen. Pertama produksi dilakukan tiga santri yang menghasilkan 30 peci hitam. Kini, satu santri bisa membuat 20 peci atau satu kodi. Tiap hari, lima kodi selesai dibuat santri di ponpes yang berada di Desa Dlisen, Kecamatan Limpung itu.

Peci buatan santri itu kini dipasarkan hingga ke Semarang, Temanggung, Tegal, Citebon juga ke Lampung. Ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah. Agar bisa mempromosikan peci sebagai produk khas Batang. (yan/lis/bas)