alexametrics

Tahap Satu Ditarget Selesai Enam Bulan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Pengelolaan tahap pertama di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang ditarget selesai dalam enam bulan. Total luasan lahan 4.300 hektare, pada tahap pertama 430 hektare disiapkan untuk percepatan.

“KIT Batang menjadi perhatian kita dalam percepatan pembangunan dan pengelolaanya yang diharapkan jadi magnet untuk menarik investor asing,” ujar Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Doddy Widodo saat mengunjungi KIT Batang Jumat (24/7/2020).

Tidak hanya sebagai daya tarik tapi menjadi suplai di koridor Utara antara Serang, Banten dan Banyuwangi, Jawa Timur. Ia juga menjelaskan, dari segi infrastruktur KIT Batang memiliki kelebihan yang menjadi jawaban keluhan para investor. Calon penanam modal ini kelimpungan karena harga lahan yang bergejolak tinggi setelah ditetapkan menjadi kawasan industri. “(Di) KIT Batang, harga lahan, fasilitas yang lebih bersaing dan mampu bersaing dengan kawasan industri Tiongkok,” katanya.

Baca juga:  Dua Pekan Rehat, Hendi kembali Tampil Virtual

Bupati Batang Wihaji mengatakan, di Indonesia ada sekitar 118 kawasan industri. KIT Batang menjadi yang ke-119. Analoginya, KIT Batang bagaikan bunga yang siap dihinggapi oleh lebah. Kemudian akan menghasilkan madu. “inilah analogi KIT Batang yang lagi kita persiapkan bunga-bunganya agar lebah pada datang yang akhirnya melahirkan madu,” ucap Wihaji.

WIhaji berharap adanya dukungan dari berbagai kementerian guna mempercepat kehadiran investor. Ketika ada investasi dan tenaga kerja, memunculkan perputaran uang. Hal tersebut akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Batang.

“Berdirinya KIT Batang semuanya harus bahagia, dari mulai masyarakatnya, Pemda, Pemerintah pusat dan pengusahanya dan kawasan industri yang lainnya,” jelasnya. (yan/bas) 

Baca juga:  Korban Kospin Sejahtera Tetap Tutut Pengembalian Rp 18 M dan Penjualan Aset

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya