alexametrics

Mulai Belajar Tatap Muka, Siswa Dilarang Salim ke Guru

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Hari ini (20/7/2020), siswa SMP mulai diperkenankan belajar secara tatap muka di sekolah. Meskipun dalam bayang-bayang pandemi korona kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dinilai lebih efektif. Siswa yang masuk tentunya diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang Sabar Mulyono mengatakan, sekolah harus mendapatkan izin dari orang tua untuk menggelar kegiatan belajar tatap muka. “Bila orang tua tidak setuju, maka anaknya tidak diperkenankan berangkat. Sementara siswa yang berangkat hanyalah yang mendapatkan persetujuan orang tua,” jelasnya Minggu (19/7/2020).

Tidak semata menandatangani surat persetujuan, orang tua juga harus mendukung protokol kesehatan bagi anaknya. Seperti bersedia mengantarkan anak ke sekolah, karena tidak dianjurkan mengenakan kendaraan umum.

Baca juga:  Normalisasi Sungai Gabus Terkena Refocusing

Kegiatan belajar mengajar tidak sepenuhnya luring, melainkan kombinasi dengan daring. Hal tersebut mengatasi kendala kurangnya guru pengajar. Sehingga pembagian sif siswa tidak dalam hari yang sama, tapi selang satu hari. Sebagian berangkat hari ini sebagian besok. Siswa yang tidak berangkat tetap melakukan pembelajaran daring.

Durasi mengajar pun dipersingkat dari 40 menit menjadi 30 menit dalam satu materi. Kurikulum juga diberlakukan fleksibel, guru diharapkan tidak berpikir secara ideal. Guru tidak boleh melakukan penilaian secara kuantitatif, lebih mengutamakan kualitatif sebagai bahan evaluasi.

“Sekolah yang memberangkatkan siswanya harus memperhatikan ketersediaan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan. Jadi tidak memaksakan siswanya berangkat bila tidak memiliki perlengkapan tersebut,” tutur Sabar.

Baca juga:  Bersinergi Lakukan Bimbingan Rohani

Perlengkapan yang diwajibkan berupa thermo gun, tempat cuci tangan lengkap dengan sabun, serta membelikan siswanya masker minimal dua buah per anak. Pada hari pertama ini, siswa akan lebih diarahkan untuk melakukan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Tidak seperti biasanya, siswa juga tidak perlu salim atau cium tangan kepada guru. “Siswa cukup mengatupkan kedua tangan sambil sedikit menundukkan kepala di hadapan guru.”

Untuk tingkat TK, PAUD dan SD, direncanakan juga akan boleh ke sekolah tapi secara bertahap. “SD berangkat tanggal 3 Agustus 2020 dan TK serta PAUD pada 7 September 2020,” ujarnya. (yan/ton/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya