Sekali Jalan Paling Banyak Angkut Lima Penumpang

180
Suasana Terminal Banyuputih terlihat sepi, hanya ada lalu lalang bus yang membawa sedikit penumpang. (Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Batang – Pemberlakuan new normal di berbagai lini belum dirasakan penyedia angkutan umum di Batang. Tak berbeda dari masa pandemi awal, saat semua ruang publik dibatasi, tidak ada kenaikan penumpang. Mereka pun terpaksa hanya menyerahkan setoran seadanya. Hal tersebut seperti yang dikeluhkan Mustajab, 48, sopir  bus kecil jurusan Bawang-Batang.

Wah ini sepi sekali, penurunan pendapatannya sampai 80 persenan. Sudah dua bulan tidak bisa setoran, biasanya setoran Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu. Sekarang setoran cuma bisa Rp 40 ribu,” paparnya pada Jawa Pos Radar Semarang Jumat (26/6/2020).

Sepinya penumpang juga dirasakan saat itu, ia hanya membawa satu penumpang dari Limpung menuju Subah. Sekali jalan ia belum pasti dapat penumpang, kadang-kadang cuma dapat satu penumpang. Paling banyak 4 sampai 5 orang penumpang. Hal tersebut dijelaskannya juga alami sopir bus lain. Berdasarkan pemantauan wartawan Jawa Pos Radar Semarang, bus dari Terminal Banyuputih menuju Batang lebih banyak yang tidak membawa penumpang. Bus ngetem lama di Pasar Subah dengan kursi yang kosong.

“Biasanya yang banyak ngisi itu anak sekolah, ini anak sekolah tidak masuk ya tidak ada penumpang. Kabarnya Juli itu anak SMA hanya masuk satu kali, Desember baru masuk normal. Cuma bisa pasrah saja,” imbuhnya.

Sementara itu Marbindah, Sekretaris Terminal Banyuputih menjelaskan usai pemberlakuan new normal belum terlihat kenaikan jumlah penumpang. Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), bus kecil, angkot beroperasi siang. Sedangkan bus Antar Kota Antar Provinsi AKAP beroperasi sore. Hanya ada dua bus AKAP yang berangkat tiap harinya. Sementara saat normal ada enam bus AKAP yang beroperasi per hari.

“Tujuh bus di depan itu sudah tiga bulan terparkir tidak beroperasi sampai sekarang. Bus besar di sini berangkat sore setelah Magrib, sekitar 19.30. Hanya ada tiket jurusan Jakarta, jurusan ke timur tidak ada. Kami cek suhu badan, bagi yang tidak pakai masker kami sediakan gratis dari Dinas Kesehatan, namun terbatas,”tandasnya.

Tujuh bus AKAP tersebut milik PO Sinar Jaya, sementara bus yang telah beroperasi milik PO Persada. Bagi mereka yang hendak berangkat ke luar kota syaratnya harus bawa surat kesehatan, pakai masker dan mau mematuhi protokol kesehatan. Setelah pemberlakuan new normal, satu hari rata-rata hanya ada dua penumpang bus AKAP. Tujuan terbanyak ke Kota Tanggerang, Banten. Para penumpang tersebut didata secara rinci oleh para petugas. Dari identitas hingga suhu badan.

“Kami di terminal tidak ada pemasukan alias nol sejak tanggal 27 Maret 2020, di sini gratis tidak ada penarikan retribusi. Kami cuma mengoptimalkan dalam hal pelayanan,” pungkasnya. (yan/lis/bas)





Tinggalkan Balasan