alexametrics

Warga Langsung Mual dan Pusing Setelah Makan Tongkol Bantuan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Sebanyak 49 warga dari tiga kecamatan keracunan ikan tongkol Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Warga merasa mual dan pusing usai mengonsumsi ikan tersebut.  Keracunan massal tersebut terjadi sejak Rabu (17/6/2020) malam. Mereka langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Setelah kondisinya membaik, sejumlah warga langsung diperbolehkan pulang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Yuli Suryandaru mengatakan, petugas kesehatan masih melakukan pengambilan sampel ikan tongkol warga penerima BPNT Program Keluarga Harapan (PKH). “Sampel kita sudah diambil yang selanjutnya kita bawa ke Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Semarang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (18/6/2020).

Baca juga:  Puluhan Nakes Terpapar Covid-19

Hasil laboratorium diperkirakan baru bisa diketahui dalam waktu satu minggu. Korban keracunan tersebut tersebar di Kecamatan Blado, Bandar dan Tulis. Data yang dikeluarkan Dinkes pada Kamis (18/6/2020) pukul 13.20, sebanyak 25 korban warga Kecamatan Blado, delapan korban dari Kecamatan Bandar dan 16 korban di Kecamatan Tulis. Mereka ditangani oleh puskesmas setempat. Kemungkinan korban masih bisa bertambah, karena hingga kemarin korban masih berdatangan ke puskemas.

“Dimungkinkan mereka mengalami keracunan, tapi kita belum tahu dari mana asalnya racun tersebut, karena bantuan tersebut tidak hanya ikan tongkol,” jelasnya.

Ia menduga racun berasal dari ikan tongkol. Ikan tersebut bisa hidup di air laut yang terkontaminasi oleh pencemaran. “Kalau alergi ikan laut biasanya hanya perorangan yang menimbulkan gatal-gatal, tapi ini gejalanya sama yaitu mual dan pusing,” ujarnya.

Baca juga:  Hanya 10 Buku yang Dipinjam Selama Pandemi

Ia mengimbau kepada warga penerima BPNT PKH Kemensos agar tidak mengonsumsi ikan tersebut.

Kepala Desa Selopajang Barat Kecamatan Blado Tarno mengatakan, sejumlah warganya menjadi korban keracunan usai menyantap paket bantuan ikan tongkol yang diterima Rabu sore.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Joko Tetuko menjelaskan, ikan tongkol yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah bersertifikat layak konsumsi. Kualitas barang tersebut siap diuji laboratorium. “Ikan tongkol sebelum masak seharusnya dicuci bersih dan dimasak matang, Tapi saya sudah perintahkan ikan tongkol ditarik kembali dan kita ganti,” ucapnya.

Ia menambahkan, semua biaya pengobatan ditanggung suplayer BPNT. Korban keracunan juga mendapatkan santunan sebesar Rp 300 ribu. Penerima manfaat program BPNT di Kabupaten Batang sebanyak 51 ribu KK. Pembagian sembako di Kecamatan Blado merupakan yang terakhir. Ada 40 suplayer BPNT yang dikelola oleh warga Kabupaten Batang. Paket sembako BPNT tersebut berupa beras, telur, kacang hijau, ikan dan sayuran senilai Rp 200 ribu. Bantuan tersebut dibagikan per bulan. (yan/ton/bas)

Baca juga:  Tiga Rumah Sakit di Demak Jadi Rujukan Pasien Covid-19

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya