Lumba-Lumba Terdampar di Pantai Roban

288
Kondisi lumba-lumba saat ditemukan oleh Sutiamah warga Dukuh Warga Dukuh Roban Kulon Desa Kedungsegog Kecamatan Tulis di Pantai Roban. (Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Batang – Lumba-lumba bermoncong pendek terdampar di Pantai Roban, Kamis (4/6/2020) pagi. Warga Dukuh Roban Kulon Desa Kedungsegog Kecamatan Tulis, Sutiamah melihatnya pertama kali saat mengendarai motor di tepi pantai. Melihat ikan yang terkenal ramah dengan manusia tersebut telah mati, tanpa canggung ia langsung menepikannya.

“Baru saja ini terdampar, saya lewat untuk ke demplot pantai belum ada, pas balik lagi baru lihat sudah terdampar di sini,” ujar Sutiamah pada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (4/6/2020) pagi.

Wartawan Jawa Pos Radar Semarang yang juga di lokasi saat penemuan melihat, lumba-lumba tersebut terdampar sekitar empat meter dari bibir pantai. Lumba-lumba tersebut dilihat pertama kali sekitar pukul 8.30, melihatnya telah mati ia pun langsung menghubungi dinas terkait. Menanyakan apakah akan dilakukan pemeriksaan atau diperbolehkan untuk langsung dikuburkan.

Belum diketahui lumba-lumba tersebut berjenis apa. Kondisinya masih terlihat segar, darah pun masih mengucur dari moncongnya. Terdapat luka tersayat benda tajam di bagian bawah ikan, dekat dengan ekornya. Panjangnya ikan tersebut sekitar 1,3 meter dan diduga belum lama mati.

Saat kejadian, kondisi gelombang air laut sedang tinggi-tingginya dan muka air laut sedang meningkat. Angin yang menerjang pantai juga dalam keadaan kencang. Jalan tepian pantai pun terlihat sulit dilewati, karena adanya genangan dan becek. Membuat motor Sutiamah beberapa kali terperosok.

“Tahun 80-an dulu di laut sini masih banyak lumba-lumba, pemburuan pun waktu itu marak. Sampai sekarang masih ada lumba-lumba terlihat di laut sedang berenang. Dua tahun lalu juga pernah ada lumba-lumba terdampar di sini,” ucapnya.

Tak berselang lama, Sutiamah yang saat itu bersama anaknya memanggil beberapa orang di dekat lokasi. Mereka pun kemudian membuat lubang di tepi jalan untuk menguburkannya. Lumba-lumba tersebut dikuburkan dengan ditutupi daun pisang. (yan/bas)





Tinggalkan Balasan