alexametrics

Harga Jual Jatuh, Petani Semangka Menjerit

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Puluhan petani semangka dan melon di Desa Yosorejo Kecamatan Gringsing menjerit. Harga jual buah yang mereka tanam jatuh ke titik terendah sehingga merugi karena tidak menutup biaya tanam dan perawatan. Tengkulak yang biasanya membeli hasil panen, tidak lagi mengambil dalam jumlah besar.

Tri Agus Purwanto, seorang petani semangka dari desa Yosorejo menuturkan bahwa harga jual mengecewakan.  “Tengkulak biasanya menjual lagi ke Jakarta atau Semarang tapi saat ini mereka tidak bisa mengirim barang,” keluh Tri yang juga ikut membantu tengkulak sehingga tahu persis permasalahannya, pada Jawa Pos Radar Semarang.

Desa Yosorejo dan desa Sidorejo merupakan sentra semangka dengan luas lahan sekitar 100 hektare. Tanah kedua desa yang terletak di pesisir memang cocok untuk ditanami semangka dan selalu bagus. Kualitas dan jumlah hasil panen buah, selalu memuaskan.

Baca juga:  Guru Agama Islam Harus Memposisikan Diri sebagai Muazin

Semangka jenis black orange hanya dihargai Rp 3.100 per kilogram dari harga normal Rp 4.100. Sedangkan semangka inul harganya Rp 3.700 perkilogramnya dan jenis Merah hanya Rp 1.700. Kemudian untuk buah melon anjlok dari semula Rp 7 ribu kini menjadi Rp 4 ribu per kilogram. Kerugian todak dapat dibendung, padahal biaya yang dikeluarkan cukup besar.

“Sudah murah pun masih didapati semangka ukuran sedang tergeletak di sawah karena tengkulak hanya mengambil yang besar-besar saja. Ironisnya panen tahun ini adalah yang terbaik,” imbuhnya.

Kades Yosorejo Suprayitno menambahkan selain tidak bisa mengirim ke kota-kota besar pasar lokal juga jenuh. “Tahun ini adalah panen raya sehingga surplus dan juga daya beli masyarakat kurang. Hampir semua petani merugi. Situasi sedang sulit,” ucapnya.

Baca juga:  Bandara Ahmad Yani Semprotkan Cairan Disinfektan ke Seluruh Fasilitas

Menyiasati kerugian ini beberapa petani mencoba menanam sayuran seperti kacang panjang dan gambas meskipun tidak banyak. Baik Tri Agus Purwanto maupun petani lain berharap tanaman semangka yang sudah puluhan tahun menjadi gantungan hidup cepat bisa diandalkan lagi. (yan/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya