Sepeda Gunung Banyak Diburu

286
Sepeda Bekas berjajar di toko sepeda di Proyonanggan Utara Kecamatan Batang. (Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Batang – Semua kegiatan luar ruangan dibatasi, tak menghalangi warga Batang untuk berolahraga. Saat ini banyak dijumpai orang-orang menggenjot sepeda gunung di lingkungan pemukiman. Pedagang sepeda bekas maupun baru mengatakan bahwa saat ini sepeda tersebut sedang banyak dicari.

Walaupun pembeli di toko sepedanya mengalami penurunan, Abidin menjelaskan bahwa akhir-akhir ini hanya sepeda gunung yang banyak ditanyakan pengunjung. Menurutnya sekarang sedang ngetren olahraga dengan bersepeda. Baik dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Menghilangkan suntuk hingga menjaga kesehatan.

“Sekarang yang banyak dicari sepeda gunung, di sini ada yang harga Rp 400 ribu sampai Rp 1,3 juta. Buat olahraga kalau hari Minggu. Ini kondisinya masih bagus, 70 persen. Kalau sepeda-sepeda biasa yang kecil-kecil itu sudah lama tidak ada yang mencari,” kata Abidin, pedagang sepeda di Kelurahan Proyonanggan Utara, Kecamatan Batang kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (14/4/2020).

Menurutnya, penjualan sepeda saat ini laris melalui sosial media. Ada beberapa orang yang sengaja membeli sepeda untuk dijual kembali di sosial media.”Di online sekarang laris itu, tapi saya tidak bisa main-main online seperti itu. Kadang ada yang beli buat di jual lagi di online,” imbuhnya.

Miftah salah satu pedagang sepeda di Desa Soko Kecamatan Pekalongan Selatan menjelaskan bahwa sepeda gunung sedang ngetren. Desa Soko berdekatan dengan Kabupaten Batang, pembelinya pun berasal dari berbagai daerah. Hal itu karena ia memasarkan sepeda baik baru maupun bekas lewat sosial media. “Saya sedia sepeda-sepeda baru sama bekas merek-merek yang sedang ngetren. Sepeda gunung lagi banyak dicari, harganya kebetulan murah-murah, satu jutaan,”  ucap Miftah.

Pesepeda lebih memilih melewati jalur yang memiliki pemandangan indah. Seperti areal persawahan dan perkebunan. Pagi, sore ataupun weekend pesepeda terlihat memadati areal tersebut. Ada yang untuk menghilangkan penat, hobi hingga berolahraga.

“Biar tetap sehat, saya selalu sempatkan bersepeda tiap weekend. Biasanya ke tempat-tempat yang adem sama sepi kendaraan, seperti di jalan Pasekaran. Sana kan rindang tu pepohonannya,” kata Agung. (yan/bas)

 





Tinggalkan Balasan