alexametrics

Hasil Melaut Tak Laku, Nelayan Terpaksa Keringkan Ikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Nelayan di pesisir Roban Barat Kecamatan Tulis memilih megeringkan seluruh hasil tangkapan ikan. Pengawetan dipilih karena saat ini tidak ada yang membeli hasil tangkapan mereka. Kongsi Ikan Roban yang ada di sana telah ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Pengawetan tersebut bisa menahan pembusukan ikan hingga satu bulan. Selain ikan, nelayan juga menangkap kerang hijau juga cumi-cumi. Mereka melaut mulai pukul 05.00 hingga 12.00 siang. Sekali melaut sekitar 20 kilogram ikan bisa didapatkan, atau satu boks kranjang.

“Tangkapan ikan saat ini dirongsok paling. Depotnya kan tutup. Akhirnya dijadikan gereh semua. Jualnya di bakul pasar. Tahannya satu bulan,” kata Sunarsih, 45, salah satu nelayan di lokasi tersebut.

Baca juga:  Jumlah Nakes Positif Covid-19 Turun Drastis

Menurutnya hasil tangkapan saat ini masih stabil. Namun pembelinya yang tidak ada. “Hasil tangkapannya sih ada, tapi harganya turun drastis. Cumi biasanya Rp 45 ribu sekarang Rp 35 ribu per kilogram. Kerang biasanya Rp 15-20 ribu sekarang Rp 10 ribu per kilogram,” imbuhnya

Nelayan yang berada di sana pun berharap harga ikan kembali normal. Juga ada akses bagi pembeli untuk membeli hasil tangkapan nepayan. Agar bisa lebih mudah pula dalam menjual hasil tangkapan.”Gereh teri itu harganya Rp 50 ribu per kilogram, gereh ikan biasa Rp 25-30 ribu. Aslinya kalau teri Rp 60 ribu, sementara yang biasa Rp 40 ribu. Turun semua harganya,” pungkasnya. (yan/bas)

Baca juga:  Islamic Center Dianggarkan Rp 43,5 Miliar

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya