alexametrics

Jebol Plafon Kamar Mandi, Napi Curas Kabur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Dena Nugraha bin Koko, 39, narapidana kasus pencurian dengan kekerasan (curas) kabur dari Lapas Plantungan Kendal. Ia membobol langit-langit kamar mandi setelah mengelabui sipir usai kegiatan, Minggu (5/4/2020) sore. Pemuda penuh tato ini kemudian lari ke hutan dan selanjutnya menyusuri Kali Lampir menuju wilayah Kabupaten Batang.

Kalapas Plantungan Hadiyarto melalui petugas sipir Dani Lutfianto menjelaskan bahwa terpidana Dena Nugraha adalah pindahan dari Lapas Kendal. Dena Nugraha dijatuhi hukuman penjara 3 tahun 6 bulan setelah terbukti melakukan pencurian dengan kekerasan. Dena Nugraha adalah warga RT 1 RW 3 Kiarajangkung Sukahening, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia melakukan kejahatan di Kabupaten Kendal.

“Terpidana dipindahkan dari Lapas Kendal awal tahun 2020 ini. Selama di Lapas Plantungan menunjukkan sikap baik sehingga diperbantukan di bagian dapur. Hari Minggu sore (5/4/2020) terpidana minta izin mandi tapi setelah ditunggu lama tidak keluar dan akhirnya sipir mendobrak kamar mandi dan mendapati langit-langit sudah bolong dan terpidana tidak ada,” kata Dani pada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (12/4/2020).

Baca juga:  Nelayan Batang Tolak Kenaikan 400 Persen PNBP Ikan Tangkapan

Ia menjelaskan bahwa petugas Lapas kemudian mencari ke sekeliling Lapas dan menemukan jejak terpidana lari ke arah Kali Lampir. Sungai tersebut merupakan perbatasan Kendal dan Batang. Upaya pencarian menemukan titik terang. Seorang warga memberi informasi pada malam hari napi kabur. Dijelaskan usai kabur, terpidana membeli roti, rokok dan sandal di sebuah warung di desa Margosono Kecamatan Tersono.

“Orang itu cuma sebentar dan tanya arah jalan. Tapi anehnya dia malah menuju ke Kali Lampir. Saya diam-diam mengambil gambar tapi berhubung belum tahu ada napi kabur saya biarkan saja,” kata pemilik warung yang tidak mau disebutkan namanya.

Upaya pencarian tidak membuahkan hasil sehingga pihak Lapas meminta bantuan Polsek di wilayah Batang sekitar Kali Lampir dan menyebar foto terpidana. Sementara Kapolsek Gringsing AKP Haryo Deko Dewo menyatakan siap membantu karena aliran Kali Lampir menyatu dengan Kali Kuto di Gringsing.

Baca juga:  Meski Pensiun, Tetap Kerja Produktif

Kapolsek menyarankan warga untuk waspada dan meningkatkan kamtibmas. Warga yang melihat napi tersebut pun dihimbau untuk segera melapor. “Jika melihat terpidana segeralah melapor ke Kepolisian terdekat dan jangan main hakim sendiri,” tegas Kapolsek. (yan/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya