Siapkan Rp 3 Miliar untuk Insentif Tenaga Kesehatan

311
Bupati Batang Wihaji saat melakukan telekonferensi dengan kepala Puskesmas Se Kabupaten Batang. (Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Batang – Bupati Batang Wihaji mengungkapkan ada sekitar 9.000 pemudik sudah tiba di Kabupaten Batang. Mereka dicatat oleh petugas menggunakan kendaraan angkutan umum.

Tidak menutup kemungkinan, banyak pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi tidak tercatat oleh petugas posko Covid-19. “Saya minta semua desa yang ada di Batang meniru Desa Pacet yang mendirikan isolasi mandiri dengan menyiapka tempatnya, kalau urusan makan Pemkab siap bantu,” kata Wihaji pada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (8/4/2020).

Oleh Karen itu, pihaknya sangat gencar konsolidasi sekaligus mengintruksikan pada desa-desa, untuk melokalisir. Agar lebih mudah memetakan dan melakukan pemantauan ODP. “Saat sekarang warga Batang yang di zona merah pulang ke Batang, mudik boleh dengan cacatatan penting dan mendesak serta harus lapor ke RT, Desa agar dapat pemeriksaan di Posko Covid-19  di Desanya,” ucap Wihaji.

Pihaknya meminta kesadaran betul dari warga Batang. Agar dapat mematuhi anjuran pemerintah dan protokol kesehatan. Jika tidak tenaga medis akan kewalah, karena jumlahnya terbatas.

Ia juga menjamin bahwa petugas kesehatan yang bertugas selama pandemi Covid-19 akan mendapatkan insentif. Petugas kesehatan dianggap sebagai garda terdepan berjuang merawat dan menyelamatkan masyarakat. Atas tugas dengan risiko tinggi Bupati menyiapkan kocek Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebagai bentuk apresiasi Pemkab Batang atas jasanya.  “Insentif untuk tiga bulan sudah kita siapkan sekitar Rp 3 miliar, bahkan bisa sampai Rp 4 miliar karena masih dihitung,” ucapnya.

Adapun sekema penerimaan insentif disesuaikan dengan indikator risiko masing-masing. Berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, ASN tenaga kesehatan totalnya mencapai 880 orang. Belum termasuk non ASN.  “Insentif ini merupakan ondo usuk (pembagian uang berdasarkan resiko, wujud rasa terimakasih Pemkab,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dr Mukhlasin menjelaskan, insentif tenaga kesehatan lebih difokuskan untuk Puskesmas. Tenaga kesehatan yang di Dinas malah lebih kecil.

“Insentif fokus ke Puskesmas karena tenaga kesehatannya yang pertama menerima pasien, sehingga resikonya pun tinggi, apalagi tugasnya betambah dengan kehadiran pemudik yang sudah tiba di Batang,” katanya. (yan/bas)





Tinggalkan Balasan