Gelar Khotmil Quran Serentak Disiarkan di Seluruh Desa

330
Bupati Batang Wihaji bersama jajarannya saat melakukan Khotmil Quran dan Doa bersama di Rumah Dinas. (Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Batang – Hari jadi Kabupaten Batang ke-54  dirayakan secara sederhana. Tidak ada perayaan maupun pesta meriah, berbagai rangkaian kegiatan pun ditiadakan. Hanya ada rangkaian acara Khotmil Quran yang dibaca dari berbagai penjuru di Kabupaten Batang. Serta doa untuk keselamatan bersama.

Tradisi-tradisi budaya tetap dilaksanakan, termasuk ziarah para leluhur pendiri kabupaten Batang. Kegiatan itu dilaksanakan secara terbatas. Begitu juga dengan tradisi kirab pusaka abirawa. Hanya dilakukan di dalam pagar pendopo Kabupaten Batang, tanpa ada ekspos di masyarakat.

“Tidak ada kegiatan, tidak ada acara besar. Sekarang kita fokus pencegahan pandemi. Temanya aku cinta Batang aku cinta Indonesia. Kami bikin Khotmil Quran yang dilakukan seluruh warga Kabupaten Batang di rumah masing-masing,” kata Bupati Batang Wihaji pada Jawa Pos Radar Semarang.

Khotmil Quran tersebut dilakukan pada Selasa (7/4/2020) malam. Puncaknya dilakukan mulai pukul 20.30, live streaming melalui channel YouTube BatangTV saat pembacaan jus 30. Khotmil Quran tersebut dilakukan secara serentak di seluruh desa. Semisal satu desa ada 30 orang, maka masing-masing membaca satu juz. Khotmil Quraan dimpin oleh Kyai Masroh Abdul Qodir Al Khafid dan Ketua MUI Kabupaten Batang Zainul Iroqi. Kegiatan itu dilangsungkan di Rumah Dinas Bupati Batang.

“Harus optimistis. Saya termasuk yang yakin persoalan ini akan berakhir. Pasti. 1.000 persen. Kita optimistis setelah ini kami bisa bangkit lagi. Bersama-sama berkarya. Seluruh elemen Batang kembali bangkit. Kedepan kita bekerja akan keras lagi untuk melayani masyarakat Kabupaten Batang,” timpalnya.

Pada kesempatan itu ia juga mengimbau warga Batang yang ada di luar daerah. Kalau memang harus pulang untuk mudik, pihaknya mempersilahkan. Dengan catatan tidak pulang ke rumah lebih dahulu. Harus lapor ke Ketua RT agar mendapatkan pemeriksaan dari Puskesmas.

“Apabila ada warga yang mudik dan mau mengisolasi secara mandiri. Nanti makan 14 hari Pemda yang membiayai. Ini demi kita semua. Silahkan dikoordinasikan dengan kepala desa,” ucap Wihaji. (yan/bas)

 





Tinggalkan Balasan