Cegah Korona, Warga Krengseng Swadaya Semprot Disinfektan

588
Warga Krengseng, Kecamatan Gringsing sedang melakukan penyemprotan disinfektan, Sabtu (4/4/2020). (Riyan Fadly/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Batang – Warga Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing melakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya secara swadaya. Sebelumnya, warga terutama para pemuda melakukan penggalangan dana untuk pengadaan disinfektan. Tak ketinggalan TKI asal desa setempat pun menyumbang sejumlah uang dalam rangka penangkalan korona.

Hal itu diinisiasi kepala Desa Krengseng Dewi Erfaningrum. Pencegahan terhadap virus tersebut dilakukan secara serius. Megingat di Krengseng terdapat pula pasar tradisional yang cukup besar. Tempat bertemu dan berkumpulnya warga dari berbagai daerah.

Hal ini menjadi kekhawatiran Dewi Erfaningrum terhadap keselamatan warganya. Berbagai upaya dilakukan seperti menempel pengumuman cara penanggulangan dan penyemprotan desinfektan.

“Disinfektan yang dibagikan pemerintah tidak mencukupi sehingga kami meracik sendiri memakai campuran pemutih pakaian, cairan pembersih lantai dan pewangi pakaian dengan dosis sesuai anjuran petugas kesehatan,” tegas Dewi Erfaningrum saat mendampingi penyemprotan serentak.

Penyemprotan masal dilakukan hari Sabtu (4/4/2020), semua rumah dan fasilitas umum tanpa kecuali disemprot luar dalam. Salah satu tokoh pemuda Krengseng Teguh Santosa dan Heru Prasetya menjadi motor penggerak penyemprotan tersebut. Menggunakan mobil pribadi yang dipasang pengeras suara, mereka tanpa lelah keliling desa mengimbau masyarakat untuk taat. Terhadap peraturan dan menerapkan pola hidup bersih.

Menurut Teguh, dengan penyemprotan serentak itu diharapkanefektif meminimalisir penyebaran virus penyebaran virus korona. “Setiap RT ada posko yang siap 24 jam mengecek suhu. Kami juga pro aktif mendatangi warga jika kedapatan baru pulang dari luar daerah,” kata Teguh.

Penyemprotan masal akan dilakukan secara berulang, selang beberapa hari. Stok bahan sudah tersedia. Masyarakat setempat juga punya kesadaran tinggi sehingga tidak ada kendala. Selain itu, ulama setempat juga digandeng untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat. Terkait bahaya penyebaran virus korona. (yan/web/bas)





Tinggalkan Balasan