alexametrics

Jebol Dinding RS untuk Akses Menuju Ruang Isolasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Batang siap menangani pasien suspect korona. Pihak rumah sakit sedang mempersiapkan ruang darurat, salah satunya dengan menjebol dinding. Hal itu dilakukan untuk membuat akses khusus menuju ruang isolasi. Agar tidak berpapasan dengan pasien dan pembesuk dari kalangan umum.

“Maka kami cek tadi (kemarin, red), siapkan ruang daruratnya. Langsung dibangun kan, semoga hari ini selesai. Bandung Bondowoso,” kata Bupati Batang Wihaji di sela pengecekan kesiapan RSUD Kalisari Batang Kamis (5/3/2020).

Menurutnya, walaupun RS di Kabupaten Batang tidak menjadi rujukan korona, pihaknya tetap mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Guna menghadapi kemungkinan yang buruk. RSUD Kalisari menyiapkan dua tempat untuk menangani pasien suspect korona. Pertama tempat transit khusus di ruang IGD, dan tempat isolasi atau ruang darurat di ruang Cemapka.

Baca juga:  Tower Sutet Roboh, Dua Petani Jadi Korban

Pihak rumah sakit menjebol beberapa dinding menuju ruangan tersebut. Tujuannya agar ambulan dan pasien korona bisa langsung menuju ruang Cempaka. Tanpa berinteraksi dengan pasien lain, pengunjung, maupun petugas. Harus betul-betul 100 persen steril. Ruang Cempaka sendiri telah disediakan empat tempat tidur khusus. Guna mengantisipasi apabila rumah sakit rujukan penuh.

Selain itu, tim kegawatdarutan atau Tim Gerak Cepat (TGC) juga telah dibentuk oleh Pemkab Batang di RSUD Kalisari. Tim tersebut akan membawa pasien suspect korona ke rumah sakit rujukan terdekat. Seperti RSUD Keraton Pekalongan, RSUD Kendal dan RSUP Karyadi Semarang. Mengingat saat ini RSUD Kalisari merupakan rumah sakit tipe C.

“Kita sudah buat TGC yang di ketua dr Fatoni Sp.P, seandainya di Batang ada pasien suspect korona,” ujarnya.

Baca juga:  Perkuat Sinergi Holding Migas, PGN Group Bangun Pipa Minyak Rokan

Wihaji juga berpesan agar masyarakat tidak terlalu panik terhadap merebaknya virus korona tersebut. Pemkab Batang akan terus mengawasi dan berharap tidak ada warganya yang terjangkit.

“Yang penting jangan panik, faktanya pasien korona bisa sembuh dari sekian ribu kasus. Artinya bisa diobati,” tuturnya.

Penderita korona tidak akan dibebani biaya pengobatan. Biaya atas kasus tersebut telah ditanggung Kementerian Kesehatan. RSUD Kalisari juga menyiapkan ambulan khusus yang steril. Antara pasien dengan sopir diberikan sekat, sehingga tidak adanya interaksi.

“Ada beberapa yang potensi terkena korona, termasuk beberapa TKI yang pulang. Kemarin sudah ada 11 TKI yang pulang, dan sedang dalam pengawasan,” pungkasnya. (yan/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya