Banjir Setengah Meter, Warga masih Bertahan di Rumah

212
TINJAU BANJIR: Bupati Batang Wihaji bersama jajarannya memantau 8 titik banjir di wilayahnya, Senin (24/2). (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU BANJIR: Bupati Batang Wihaji bersama jajarannya memantau 8 titik banjir di wilayahnya, Senin (24/2). (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID,  BATANG – Sejumlah titik wilayah Pantura masih terendam banjir. Batang, Kota Pekalongan, maupaun Kabupaten Pekalongan. Di Batang, ketinggian genangan bervariasi, dari 30 hingga 50 sentimeter. Namun warga masih bertahan di rumah. Belum terlihat pengungsi di tempat yang disediakan pemkab.

Bupati Batang Wihaji bersama Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Kav Henry RJ Napitupulu dan Kapolres Batang AKBP Abdul Waras kemarin meninjau delapan titik genangan air. Warga diharapkan berhati-hati dan saling tolong menolong. Himbaunya, jika air cukup tinggi jangan menyalakan listrik di rumah. Lebih baik mengungsi demi keselamatan.

“Saya bersama Forkopimda membantu langkah-langkah darurat yang dibutuhkan warga, yang penting selamatkan manusianya dulu, Untuk warga atau orang jompo diungsikan tidak mau yang penting tetap diawasi keselamatanya, Tapi kalau air bertambah tinggi dan di harus dievakuasi kita paksa,” ujar Wihaji saat meninjau banjir di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang.

Bupati memerintahkan camat dan kepala desa, untuk mendata kebutuhan warga terdampak. “Kami siapkan kondisi darurat seperti dapur umum, dan kebutuhan lainya sperti obat-obatan dan popok bayi. kami siapkan dan kirim,” katanya.

Pihaknya akan mengevaluasi penyebab banjir. Karena berdasarkan tinjauannya, ada sedimentasi Sungai Gabus yang akibatkan air meluap ke pemukiman.

“Satu-sataunya cara efektif dalan waktu dekat kita normalisasi Sungai Gabus, bersama pemerintah pusar dan Provinsi Jawa Tengah,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi mendata ada delapan desa/kelurahan yang terdampak banjir. Yakni Kelurahan Watesalit, Kesepuhan, Karangasem Utaratara, Kelurahan Proyonanggan Tengah,  Desa Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon,  Dinasri Kulon Dan Desa Klidang Lor.  “Untuk logistik kami sudah droping lewat pemerintah desa,” Imbuhnya.

TINJAU BANJIR: Bupati Batang Wihaji bersama jajarannya memantau 8 titik banjir di wilayahnya, Senin (24/2). (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU BANJIR: Bupati Batang Wihaji bersama jajarannya memantau 8 titik banjir di wilayahnya, Senin (24/2). (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kapolres Batang AKBP Abdul Waras mengatakan, Polres Batang telah menyiapkan skema pengamanan bagi warga. Pihaknya telah memetakan wilayah yang menjadi langganan banjir. “Oleh karena itu, polres sudah siapkan personel yang stanbay di posko BPBD dan Polres dan Polsek dengan Kekuatan anggoata dua pleton yang siap membantu,” ujarnya.

“Kami satu kali 24 jam senantiasa standbay baik siaga maupun tidak siaga, saya sudah perintahkan keseluruh jajaran anggota TNI kalau ada bencana alam jam berapa pun harus tampil membantu,” timpal Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Kav Henry RJ Napitupulu.

Asip Bantu Evakuasi Pasien RSUD Kraton

Banjir di Kabupaten Pekalongan  menggenangi sejumlah fasilitas publik. Termasuk RSUD Kraton tak luput dari genangan. Ketinggian mencapai 70 sentimeter.

Banjir di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan kali ini, bukan hanya memaksa semua pasien di ruang Wijayakusuma harus dievakuasi, namun ruang UGD RSUD Kraton yang selama tak tersentuh banjir, juga ikut tergenang dengan ketinggian 30 setimeter.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi Senin (24/02) kemarin terjun langsung ke RSUD Kraton dan membantu proses evakuasi pasien. Dari ruang yang tergenang banjir ke ruang aula RSUD Kraton.

“Kita pastikan tidak ada pelayanan medis yang terganggu, kemudian  fungsi-fungsi pelayanan berjalan normal, termasuk yang rawat jalan,’’ terang bupati.

Pihaknya sudah memerintahkan agar dilakukan tindakan cepat, yakni mengevakuasi pasien yang ruang rawatnya tergenang. Termasuk mengamankan peralatan-peralatan vital pendukung medis.

“Langkah terdekat saat ini untuk mengatasi banjir ini, kita sudah petakan. Pertama normalisasi drainase yang ada, kemudian meninggikan ruang-ruang yang letaknya masih rendah, dan membuat tanggul-tanggul kanan-kiri,” kata Asip. (thd/yan/zal)

 

Tinggalkan Balasan