Pencari Kepiting Tewas di Tambak

184
MASIH MISTERI: Jasad Abdi Antoro usai diperiksa petugas di rumahnya Jumat (21/2). (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MASIH MISTERI: Jasad Abdi Antoro usai diperiksa petugas di rumahnya Jumat (21/2). (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID,  BATANG, Radar Semarang – Abdi Antoro, 31, tewas saat mencari kepiting di Kecamatan Gringsing Jumat (21/2). Warga RT 6 RW 2 Dukuh Siklayu, Desa Sidorejo tersebut meninggal setelah pingsan di gubug area tambak milik Suroyo.
Abdi diketahui berangkat mencari kepiting malam sebelumnya. Ibu korban, Poniah menjelaskan sekitar pukul 18.30 korban pamit hendak mencari kepiting di tambak.

Korban sempat bertemu tiga rekannya di tengah jalan sebelum berpencar. Ketiganya adalah Sunarto, Yusuf dan Eko yang juga hendak mencari kepiting. Sekitar pukul 12.00 dini hari ketiga rekan korban beristirahat di gubuk. Tak berselang lama, korban datang sempoyongan dan pucat. Tiba-tiba di depan gubuk, korban jatuh tak sadarkan diri.

Melihat itu, salah satu rekan berlari memberi tahu keluarga korban dan perangkat desa setempat. Korban dibawa ke rumah. Namun ia meninggal dalam perjalanan.

Meninggalnya ayah satu anak yang masih balita itu dibenarkan Kapolres Batang AKBP Abdul Waras melalui Kapolsek Gringsing AKP Haryo Deko Dewo. Menurutnya hasil pemeriksaan dari Puskesmas Gringsing I yang melakukan olah TKP dan pemeriksaan tidak mendapati tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan medis serta keterangan saksi dipastikan korban Abdi Antoro meninggal karena sakit,” kata AKP Haryo Deko Dewo pada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (21/2). Keluarga korban menolak untuk dilakukannya otopsi. Mereka menerima kematian korban sebagai musibah. (yan/lis)

Tinggalkan Balasan