Bising dan Meresahkan, Warga Tolak Pabrik Pengolahan Kayu

598
Suasana mediasi antara warga dengan pengusaha di Balai Desa Timbang, Banyuputih, Senin (17/2/2020). (Riyan Fadli)

RADARSEMARANG.ID, Batang – Puluhan Warga Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih tolak pengoperasian salah satu pabrik pengolahan kayu di wilayahnya. Pasalnya, pabrik PT Ann Nisa Energi berjarak hanya sekitar 10 meter dari perumahan warga. Akhirnya, warga sekitar pun terdampak pengoperasian pabrik kayu tersebut.

Warga merasa diresahkan dengan kebisingan dari suara mesin pabrik. Suara mesin yang cukup kencang itu dirasa mengganggu waktu istirahat. Karena beroperasi 24 jam nonstop. Begitu juga dengan polusi yang dihasilkan. Partikel debu dari kayu beterbangan ke pemukiman.

Ada empat wilayah RT yang terkena dampak, RT 5, 6, 7 dan 14. Salah satu warga terdampak, Muri menuturkan bahwa rumahnya berjarak sangat dekat dengan pabrik. Ia mengeluhkan polusi udara akibat pabrik tersebut,

“Saya berada di pokoknya polusi, saya merasakan sesak napas. Untuk obat biasanya saya keluarkan Rp 50 ribu, sekarang saya harus keluarkan Rp 100 ribu,” kata Muri kepada Jawa Pos Radar Semarang, saat dilakukannya mediasi dengan pihak perusahaan, Senin (17/2/2020) pagi.

Sebelumnya, warga telah sepakat untuk melayangkan surat protes kepada pihak pabrik dan juga kepala desa. Surat itu dilayangkan, Jumat (14/2/2020).

Audiensi tersebut berlangsung cukup tegang. Beberapa warga meninggikan suaranya. Adu pendapat antar warga dan penguasaha pun tak terelakkan. Mediasi tetap berlangsung kondusif, dipimpin Kepala Desa Timbang Ahmad Mujazin.

Direktur PT  Dio Fikar Sejahtera dan PT Ann Nisa Energy, Yudhi Kristiyanto mengatakan pihaknya siap memenuhi tuntutan warga. Ia akan memperbaiki dan meninggikan cerobong asap agar tidak mengganggu. Pihaknya juga akan memasang  peredam agar mengurangi kebisingan mesin. Sementara untuk debu akan memasang alat filter agar debu tidak keluar lokasi pabrik.

“Tentu kami menerima masukan dari warga,  akan kami tindaklanjuti namun minta waktu sedikitnya 20 hari sampai 40 hari karena memasang peralatan dan memperbaiki itu butuh waktu,” jelasnya. (yan/bas)





Tinggalkan Balasan