Dua Reklame Bahayakan Pengendara

139
MEMBAHAYAKAN: Kondisi reklame yang rusak di Jalan Jendral Sudirman depan Kodim 0736.(RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMBAHAYAKAN: Kondisi reklame yang rusak di Jalan Jendral Sudirman depan Kodim 0736.(RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, BATANG, – Papan reklame besar di dekat Alun-Alun Batang, kondisinya membahayakan pengendara yang melintas. Pasalnya, dua reklame di Jalan Jenderal Sudirman itu materialnya rusak, menggantung di atas jalan raya.

Reklame setinggi kurang lebih 15 meter di dekat Kodim 0736 itu, material seng yang melintangi jalan raya telah terkelupas. Bagian bawah di kedua sisinya rusak. Sisi yang menghadap barat hanya menyisakan sepertiga material yang menempel. Sedangkan di sisi timur, kondisinya setengah terkelupas. Keduanya sama-sama menggantung.

“Saya takut kalau melintas di sana, apalagi pas hujan besar. Bisa-bisa itu tiba-tiba jatuh tertiup angin,” kata Septiani, 24, salah satu pengendara yang sering melintasi lokasi tersebut Selasa (11/2).

Menurutnya, kondisi konstruksi reklame tersebut telah rusak sejak lama. Lokasinya dekat dengan lampu lalulintas perempatan antara Jalan Wahid Hasyim dan Jalan Kyai Atas Angin. “Suka was-was saja kalau pas lampu merah ada di bawah reklamenya,” ujarnya.

Sementara, satu reklame lagi yang mengalami kerusakan ada di depan G=gedung KORPRI. Kain baliho yang cukup besar terlepas melilit kabel di bawahnya. Mengetahui hal tersebut, Satpol PP Kabupaten Batang menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi hal tersebut.

Menurutnya, reklame yang terpasang di Jalan Nasional tersebut perizinannya tidak melalui pemerintah kabupaten. Satpol PP sendiri tidak memiliki perlengkapan untuk menertibkan baliho tersebut. “Kami juga sudah konfirmasi beberapa dinas terkait terkait persoalan itu. Menentukan langkah-langkah ke depan yang harus ditempuh itu yang bagaimana. Antara provinsi dan kabupaten itu bagaimana,” ucap Dwi Pranggono, Kabid Trantibum Satpol PP Batang.

Pihaknya juga mempertanyakan standar kekuatan dan informasi kapan reklame itu. Begitu juga dengan tanggung jawab pengelolaan dan penanganan kerusakan yang dirasa tidak jelas.

“Itu jelas membahayakan masyarakat sebagai pengguna jalan. Selain itu, Kami juga berpesan untuk masyarakat. Terutama di wilayah jalan nasional, kalau ada yang memasang spanduk melintang di jalan raya harus dilarang. Masyarakat juga yang rugi, terkena dampaknya kalau spanduk itu sobek terpotong,” pungkasnya. (yan/zal)

Tinggalkan Balasan