PT Pagilaran Re-branding Perkebunan Teh

264
RE BRANDING: Bupati Batang Wihaji bersama Direktur PT Pagilaran Rahmat Gunadi dan jajarannya dalam agenda penanaman bibit pohon pelindung.

BATANG, RADARSEMARANG.ID – PT Pagilaran lakukan re branding besar-besaran di objek wisata serta seluruh wilayah perkebunan teh miliknya. Guna mewujudkan hal itu, PT Pagilaran bakal membentuk PT baru bersama warga sekitar wilayah tersebut. Masyarakat akan dilibatkan lebih banyak dalam proses pengelolaan perkebunan dan sektor pariwisata, sebagai pemilik perusahaan.

“PT-nya belum kami beri nama, nanti kita bersama yang akan memberinya nama. Kira-kira PT itu bunyinya adalah, PT Pagilaran Mitra Wisata, misalnya seperti itu,” kata Direktur PT Pagilaran, Rahmat Gunadi pada RADARSEMARANG.ID usai peletakan Batu Pertama Re Branding PT Pagilaran Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Jumat (7/2).

Manajemen PT Pagilaran juga sudah mempersiapkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kemampuan SDM warga lokal. Hal tersebut dirasa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga lingkungan hidup serta munculnya inovasi baru.

“Komitmen PT Pagilaran untuk meningkatkan kesekahteraan petani kebun dengan mendirikan BUMR ( Badan Usaha Milik Rakyat, Red) untuk mengelola agrowisata Pagilaran, yang selama ini agro Wisata berjalan kurang maksimal, kurang terkontrol dan akhirnya hasil kurang maksimal,” imbuhnya.

BUMR itu nantinya untuk kepemilikan saham bakal dipegang oleh masyarakat Pagilaran, melalu koperasi. Saat ini telah didirikan sebuah koperasibernama Koperasi Mitra Barokah. Koperasi itu telah memiliki 9 Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM).

“PT. Pagilaran dan UGM telah memiliki komitmen untuk melakukan pengembangan secara signifikan. Sejak November 2019 lalu sudah nampak beberapa pembangunan fisik objek wisata dalam rangka menjalakan program besar di masa yang akan datang,” ucapnya.

Saat ini, pembangunan fisik yang sudah dalam pengerjaaan adalah panggung pentas besar. Bisa menampung 1000 orang. Turut dalam pengerjaan, 2 kincir Belanda, jalan setapak seputar taman. “Februari 2020 ini akan dimulai proyek pembangunan centra kuliner, lahan parker modern dan toilet standar,” timpalnya.

Inisiasi re branding dan inovasi objek wisata Pagilaran dari PT Pagilaran sangat bersinergi dengan program kunjungan wisata 2020. Hal tersebut sangat diapresiasi Bupati Batang, Wihaji. Ia menginginkan program tersebut dilaksanakan dengan serius.

“Targetnya di tahun 2020 ini 2 sampai 3 juta wisatawan berkunjung di Batang. Ini salah satu yang mensupport untuk menghadirkan wisatawan dengan inovasi baru, fasilitas yang lumayan, kemudian ditata juga para penjual-penjualnya,” kata Wihaji.

Salah satu kendala dari perkembangan objek wisata Pagilaran tersebut adalah akses jembatan yang masih sempit. Bupati pun menyanggupi apa yang menjadi keinginan dari pengelola PT Pagilaran agar memperbaikai jemabatan yang ada. Selama ini Bus besar tidak bisa masuk ke obyek wisata Pagilaran karena persoalan itu.

“Kewajiban pemerintah melayani masyarakat, kalau jembatan menjadi kebutuhan untuk mendukung re branding akan hitung kebutihanya,” pungkasnya. (yan/ap)

Tinggalkan Balasan