alexametrics

Guru Paud Lulusan SMA Berharap Honorarium Bosda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG, – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) lulusan SMA berharap mendapat honorarium personalia Bantuan Operasional Daerah (Bosda). Hal itu disampaikan Guru Paud dari Kelompok Belajar Dahlia, Kecamatan Badar, M Yusup saat menggelar audiensi dengan Bupati Wihaji Senin (20/1).(RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

“Dengan adanya regulasi yang mensyaratkan tenaga pendidik minimal S1, maka guru yang tidak sarjana tidak mendaptkan honorarium Bosda, hanya mendapatkan Bantuan Operasinoal Non Personalia besaranya Rp 150 ribu per tahun,” ujarnya.

Ia juga mengeluhkan, jika pihaknya dahulu pernah mencarikan honor untuk guru berpendidikan terakhir SMA sebesar Rp 250 ribu per bulannya. Sedangkan untuk S1 linier sebesar Rp 350 ribu.

Baca juga:  Gajah, Ular, Unta pun Ikut Upacara HUT RI

Persentase guru Paud yang sudah memiliki ijazah sarjana di Batang terbilang rendah. Belum mencapai 50 persen. Salah satu faktornya karena mereka sedang dalam masa studi S1.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji menjelaskan bahwa guru Paud dengan ijazah SMA belum bisa mendapatkan honor personalia Bosda. Sesuai undang-undang bagi yang memiliki ijazah SMA dikategorikan sebagai pendamping, bukan guru.

“Ini merupakan kebijkan lama pemerintah pusat yang harus kita ikuti, karena regulasi tersebut tentang standar pelayanan minimal yang mensyaratkan pendidik minimal sarjan atau S1,” tegasnya.

Menurutnya, aturan tersebut tertuang dalam Permendagri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Sehingga jika dianggarkan honorarium guru yang tidak sesuai dengan syarat standar minimal, akan melanggar regulasi.

Baca juga:  Bansos Migor Tergantung Keaktifan Perangkat Desa

“Bukan kita tidak berpihak, tapi regulasi yang tidak memperbolehkan, maka kita sebut pendamping guru karena belum sesuai dengan Undang – Undang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Achmad Tofik menjelaskan bahwa anggaran Bosda tahun 2020 sebesar Rp 44 miliar. Angaran akan disebar mulai dari tingkat TK Negeri, SD Negeri dan SMP Negeri. Berdasarkan data calon penerima bosda tahun 2020, guru Paud yang sudah memenuhi syarat ada sebanyak 704 orang. (yan/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya