alexametrics

Wihaji Terenyuh, Warga Tak Miliki Beras

Artikel Lain

RADARSEMARANG. ID, BATANG, – Bupati Batang Wihaji terenyuh saat mengunjungi salah satu warganya yang memiliki kekurangan ekonomi. Pasalnya, Tasriah, 63, janda miskin warga Dukuh Singokerten Kauman, kedapatan tidak memiliki beras di rumahnya.(RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Sebelumnya, janda empat anak tersebut mengaku tidak memiliki beras kepada Wihaji. Momen itu terjadi saat pemberian paket sembako di antor Kecamatan Batang. Mengetahui hal tersebut, spontan Tasriah diajak menaiki mobil G 1 oleh Wihaji untuk pulang ke rumah.

Tasriah biasanya membeli makanan matang. Satu hari ia keluarkan uang Rp 10 ribu untuk membeli nasi dan dimakan berbagi bersama anak-anaknya.

Sesampainya di rumah, Wihaji pun langsung melihat secara langsung isi dapur Tasriah. Saat mengecek tempat penyimpanan beras Wihaji tersentak. “Ternyata memang benar-benar kosong ember tempat berasnya,” kata Wihaji pada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Pulang Bertugas, Bidan Desa Tewas Tertimpa Pohon

Tak menunggu lama, Wihaji langsung menyodorkan lembaran uang berwarna merah dari dalam dompetnya. Tarsirah sendiri dalam kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan. “Ini sedikit uang untuk membeli lauknya, untuk beras nanti dikirim oleh staf saya,” ucap Wihaji.

Tasriah tak kuasa meneteskan air mata. Sambil mengusap pipinya dari air mata, ia mengucap terimakasih kepada bupati. “Saya nangis, wong saya nggak punya beras sama sekali, maturnuwun sekali sampun dibantu,” kata Tasriah sambil tersedu-sedu.

Tasriah juga baru mendapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) program serbuan Teritorial dari Kodam Diponegro 2019. Janda miskin tersebut hidup bersama empat anaknya, yang semuanya bekerja sebagai buruh serabutan. (yan/zal)

Baca juga:  Gelontorkan Rp 3,6 M, Bangun Bazar Bisnis

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya