alexametrics

Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah Data Penyebab Banjir di Gringsing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Menidaklanjuti bencana banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Gringsing, Dinas PU SDA TARU (Sumber Daya Air Penataan Ruang) Provinsi Jawa Tengah lakukan pendataan. Mereka langsung meninjau dan mendata penyumbatan di beberapa sungai. Begitu juga di saluran irigasi yang menyebabkan banjir, Senin (20/1).

Tim PSDA dipimpin oleh Kasi Penanggulangan Bencana dan Peralatan Subiyakto bersama 5 anggota lain. Tim mengunjungi aliran Kali Jenes sebagai sumber utama penyebab terjadinya banjir. Sebelumnya, banjir sempat membuat sebagian desa Gringsing dan desa Krengseng terendam saat hujan lebat, Senin (13/1) lalu.

Tim PSDA yang ditemani oleh Muspika Kecamatan Gringsing menemukan sedimentasi di sejumlah pintu air. Selain itu, didapati pula peralatan pintu air yang hilang. Sebagian masyarakat bahkan ada yang menanami saliran air dengan padi, tepatnya di desa Krengseng.

Baca juga:  Tujuh Tenaga Medis RS QIM dan Empat Jamaah Ijtima Positif Korona

Permasalahan banjir juga terjadi di desa Lebo, tingginya debit air membuat sawah tidak bisa ditanami. Hal tersebut karena adanya limpahan air dari saluran di jalan Tol yang tidak terkendali.

Melihat kondisi lapangan yang sedemikian rupa, Subiyakto sebagai perwakilan tim peninjau mengatakan pengerukan akan segera dilakukan. “Sesegera mungkin kami akan makukan pengerukan sedimen di hilir Kali Jenes dan lokasi lain yang terjadi penyumbatan supaya air bisa mengalir lancar”, kata Subiyakto pada RADARSEMARANG.ID.

Tim juga mengunjungi desa Kebondalem yang rawan karena tanggul Kali Kuto tergerus air dan mengancam keselamatan warga sekitar. Kades Kebondalem Maridi menunjukkan lokasi di dukuh Rowogebang yang sebagian tanggulnya sudah longsor akibat arus deras Kali Kuto.

Baca juga:  Batang Minta Desain Unik untuk Gedung BLK

Camat Gringsing Rusmanto berharap PSDA Provinsi segera merealisasikan pengerukan dan penanggulangan sebelum terjadi bencana lagi. “Kami berharap pengerukan dan normalisasi Kali Jenes dilaksanakan sebelum Imlek karena diperkirakan curah hujan masih tinggi”, tegas Rusmanto. (yan/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya