Tujuh Siswa SD Keracunan

173
KERACUNAN: Salah satu siswa SDN 6 Proyonanggan saat diperiksa di IGD RSUD Batang. (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KERACUNAN: Salah satu siswa SDN 6 Proyonanggan saat diperiksa di IGD RSUD Batang. (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Tujuh siswa SDN 6 Proyonanggan, Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang keracunan jajanan cornet dari pedagang keliling. Mereka merasakan mual dan muntah-muntah setelah menyantap makanan tersebut Kamis (16/1).

Pembina UKS SDN 6 Proyonanggan Joko Suyanto menjelaskan, sebelumnya siswa juga sering membeli makanan dari pedagang itu. Namun, pada kesempatan kali ini siswanya merasakan ada yang aneh pada makanan tersebut. Rasanya tidak seperti biasanya, seperti sudah kedaluwarsa.

“Tadi pas istirahat anak-anak jajan di depan sekolah. Sejenis sosis. Habis makan, selang beberapa menit kok mual terus muntah,” ujarnya Kamis (16/1).

Mendapati siswanya keracunan, pihaknya langsung melarikan tujuh siswa tersebut ke puskesmas. Kemudian dirujuk ke IGD RSUD Batang. Para siswa hanya dirawat sebentar, kemudian mendapatkan obat untuk rawat jalan.

Tujuh siswa tersebut adalah Catherine Eryta Nuralifa, Dinda Ayu Ardian Ningtyas, Kayla Marsha Amelia, Safa Tofa Balqista, Sekar Maysela Kirana, Tasanee Hafizhah, Zia Monera Lanika Himawan. “Alhamdulillah tidak ada yang parah, cuma mual dan muntah. Korbannya dari kelas 6 semua,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Joko menginginkan agar Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pengecekan terhadap jajanan yang dijual di sekolah. Supaya semua jajanan di sekolah aman dikonsumsi anak-anak. “Kalau bisa jualan lah yang sehat, itu juga untuk generasi kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Nur Nasetianugroho selaku penjaga sekolah menjelaskan, pihaknya telah melakukan pencegahan terjadinya kasus tersebut. Sosialisasi telah diberikan kepada siswanya agar terhindar dari keracunan makanan.

“Kami juga sudah memberikan sosialisasi kepada anak-anak, jajan itu ya harus dilihat, tidak asal warnanya menarik,” jelasnya.

Terjadinya keracunan itu, Dinkes setempat langsung membeli produk yang dijual oleh pedagang, untuk diteliti sebagai sampel makanan. Diperlukan waktu hingga dua minggu untuk mengetahui hasilnya. (yan/zal)

Tinggalkan Balasan